Ekspansi Manufaktur Meroket, Indonesia Habiskan US$20 Miliar untuk Impor Mesin per Semester I 2026

Nilai impor mesin/peralatan mekanis dan bagiannya capai US$20 miliar pada Semester I 2026, tertinggi dibanding golongan barang nonmigas lainnya.

10 Golongan Barang Utama Nonmigas Indonesia dengan Nilai Impor Tertinggi

(Semester I 2026)
Ukuran Fon:

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia per Semester I 2026 mencapai US$137,24 miliar, naik US$21,6 miliar atau 18,69% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Lonjakan tersebut didorong oleh kenaikan impor nonmigas sebesar 15,50% menjadi US$115,23 miliar.

Mesin/peralatan mekanis dan bagiannya menjadi kelompok barang yang paling banyak diimpor Indonesia sepanjang Semester I 2026, dengan nilai mencapai US$20,07 miliar, naik 17,43% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, golongan mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya menyusul di posisi kedua dengan impor hingga US$17,39 miliar.

Baca Juga: Masih Andalkan Mesin Impor, Indonesia Habiskan US$36 Miliar pada 2025

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa ketergantungan industri manufaktur di Indonesia terhadap mesin impor tidak dapat dihindari, karena memegang peranan sebagai salah satu sektor unggulan dalam mendukung struktur perekonomian Indonesia. Sejak tahun 2025, sektor manufaktur telah menyokong 19,07% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Peningkatan nilai Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) menjadi salah satu faktor mengapa mesin/peralatan mekanis dan bagiannya memiliki nilai impor tertinggi di antara golongan barang utama lainnya. Pada Triwulan II 2026, IKBM berada pada level ekspansi sebesar 52,31, nilainya di atas ambang netral 50.

Selanjutnya, plastik dan barang dari plastik menempati posisi ketiga dengan nilai meraup US$6,15 miliar, diikuti oleh besi dan baja dengan US$5,16 miliar serta kendaraan dan bagiannya sebesar US$5,03 miliar.

Di sisi lain, bahan kimia organik meraup hingga US$3,37 miliar, disusul berbagai produk kimia dengan US$3,05 miliar. Posisi kedelapan diisi oleh bahan bakar mineral senilai US$2,82 miliar. Di bawahnya terdapat instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis sebesar US$2,36 miliar.

Menutup daftar golongan barang nonmigas dengan nilai impor terbesar, terdapat garam, belerang, batu, dan semen yang nilai impornya tembus US$2,08 miliar.

Baca Juga: Nilai Impor Indonesia Tumbuh 22% pada April 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/06/02/2583/ekspor-dan-impor-indonesia-april-2026-masing-masing-tercatat-usd-25-30-miliar-dan-usd-25-21-miliar.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook