10 Daerah dengan Penduduk Paling Sedikit di Jawa Barat pada 2026

Kota Banjar menjadi daerah dengan penduduk paling sedikit di Jawa Barat pada 2026, yakni 214,1 ribu jiwa.

10 Daerah dengan Penduduk Paling Sedikit di Jawa Barat

(Tahun 2026)

Jumlah penduduk di Jawa Barat tersebar di berbagai kabupaten dan kota dengan jumlah yang berbeda-beda. Beberapa wilayah memiliki populasi lebih dari tiga juta jiwa, sementara daerah lainnya memiliki jumlah penduduk di bawah satu juta jiwa. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya variasi kepadatan dan skala populasi antarwilayah di Jawa Barat.

Baca Juga: 10 Wilayah Paling Rawan Bencana di Jawa Barat 2025

Berdasarkan Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2026, jumlah penduduk Jawa Barat pada 2026 diproyeksikan mencapai 51,16 juta jiwa. Dari seluruh kabupaten/kota yang tercatat, terdapat sejumlah daerah dengan jumlah penduduk relatif lebih sedikit.

Kota Banjar menjadi daerah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Jawa Barat pada 2026, yakni 214,1 ribu jiwa. Posisi berikutnya ditempati Kota Cirebon dengan jumlah penduduk sebanyak 250,1 ribu jiwa. Selanjutnya, Kota Sukabumi memiliki 375,6 ribu jiwa, sedangkan Kabupaten Pangandaran diproyeksikan memiliki 438,7 ribu jiwa.

Daerah berikutnya adalah Kota Cimahi dengan 614 ribu jiwa. Sementara itu, Kota Tasikmalaya tercatat memiliki 767,9 ribu jiwa pada 2026. Kemudian, Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk relatif sedikit di Jawa Barat, yakni 1,08 juta jiwa.

Setelahnya terdapat Kota Bogor dengan 1,09 juta jiwa. Meskipun termasuk dalam daftar daerah dengan populasi paling sedikit, jumlah penduduk Kota Bogor masih lebih dari satu juta jiwa. Dua posisi terakhir dalam daftar ditempati Kabupaten Sumedang dan Kuningan. Sumedang diproyeksikan memiliki 1,20 juta penduduk, sedangkan Kuningan mencapai 1,24 juta jiwa.

Jika dibandingkan dengan Kabupaten Bogor yang memiliki 5,76 juta jiwa, kesepuluh wilayah tersebut memiliki jumlah penduduk yang jauh lebih kecil. Data ini memberikan gambaran mengenai persebaran penduduk di Jawa Barat yang tidak merata antarwilayah. Perbedaan jumlah penduduk tersebut dapat menjadi salah satu informasi penting dalam melihat kebutuhan pelayanan publik, pembangunan, serta perencanaan daerah pada 2026.

Baca Juga: Perkembangan Produksi Padi di Jawa Barat 2025

Sumber:

https://jabar.bps.go.id/id/publication/2026/09/28/0df044e45e8771a2d46bd523/statistik-daerah-provinsi-jawa-barat-2026.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc