10 Daerah dengan Pertumbuhan Penduduk Terendah di Jawa Barat pada 2026

Kabupaten Pangandaran dan Ciamis mencatat pertumbuhan penduduk terendah di Jawa Barat pada 2026 sebesar 0,61%.

10 Daerah dengan Pertumbuhan Penduduk Terendah di Jawa Barat

(Tahun 2026)

Pertumbuhan penduduk menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perubahan demografi suatu wilayah. Perubahan jumlah penduduk dapat berkaitan dengan kebutuhan terhadap perumahan, infrastruktur, fasilitas umum, serta pelayanan publik. Untuk itu, perkembangan penduduk di setiap kabupaten/kota perlu diperhatikan, terutama karena laju pertumbuhannya tidak sama di seluruh wilayah Jawa Barat.

Baca Juga: 7 Komoditi Penyumbang Garis Kemiskinan Terbesar Jawa Barat Maret 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Daerah Provinsi Jawa Barat 2026, jumlah penduduk Jawa Barat pada 2026 mencapai 51,16 juta jiwa. Angka tersebut meningkat dibandingkan 50,76 juta jiwa pada 2025. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, kepadatan penduduk Jawa Barat juga meningkat menjadi 1.381 jiwa per km² pada 2026.

BPS mencatat laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat pada 2026 sebesar 1,02%. Namun, pertumbuhan tersebut berbeda antarwilayah, dengan kisaran 0,61% hingga 1,42%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa perkembangan penduduk di setiap kabupaten/kota berlangsung dengan kecepatan yang beragam.

Dari data tersebut, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis menjadi daerah dengan pertumbuhan penduduk terendah, masing-masing sebesar 0,61%. Selanjutnya, Kota Bekasi mencatat pertumbuhan sebesar 0,73%, diikuti Kabupaten Tasikmalaya sebesar 0,74%.

Kota Bogor dan Kabupaten Sumedang sama-sama mencatat pertumbuhan penduduk sebesar 0,76%. Berikutnya, Kota Cirebon memiliki pertumbuhan sebesar 0,86%, sedangkan Kota Bandung sebesar 0,87%. Kabupaten Bandung berada di bawahnya dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,89%. Sementara itu, Kabupaten Majalengka mencatat pertumbuhan sebesar 0,90%.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk Jawa Barat secara keseluruhan, seluruh 10 daerah tersebut memiliki laju pertumbuhan di bawah 1%. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan dinamika kependudukan antardaerah di Jawa Barat pada 2026.

Sebagai pembanding, pertumbuhan penduduk tertinggi tercatat di Kota Sukabumi sebesar 1,42%, disusul Kota Cimahi sebesar 1,35% dan Kabupaten Bandung Barat sebesar 1,34%. Dengan demikian, terdapat selisih yang cukup terlihat antara daerah dengan pertumbuhan penduduk tertinggi dan terendah di Jawa Barat. Variasi tersebut menjadi gambaran penting dalam melihat perkembangan penduduk serta kebutuhan pembangunan di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Jawa Barat Pimpin Provinsi dengan Perusahaan Karet Terbanyak pada 2025

Sumber:

https://jabar.bps.go.id/id/publication/2026/09/28/0df044e45e8771a2d46bd523/statistik-daerah-provinsi-jawa-barat-2026.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc