7 Komoditi Penyumbang Garis Kemiskinan Terbesar Jawa Barat Maret 2026
Beras jadi penyumbang terbesar garis kemiskinan Jawa Barat di perkotaan maupun perdesaan dengan masing-masing mencapai 21,33% dan 26,78%.
Komoditi Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan Jawa Barat
(Maret 2026)
Unduh
Kemiskinan menjadi persoalan yang terjadi di setiap negara, tak terkecuali Indonesia. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, salah satu prioritas pembangunan nasional adalah strategi pengurangan tingkat kemiskinan, menargetkan penurunan angka menjadi 4,5% hingga 5% pada tahun 2029.
Publikasi Perkembangan Tingkat Kemiskinan Provinsi Jawa Barat Maret 2026 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa tingkat kemiskinan di provinsi tersebut mengalami penurunan.
Persentase tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan menurun 0,44% menjadi 6,32%, sama halnya seperti di daerah perdesaan yang turun menjadi 7,48% pada Maret 2026. Secara total keseluruhan terjadi penurunan dari 7,02% pada Maret 2025 menjadi 6,54% pada Maret 2026.
Baca Juga: Angka Garis Kemiskinan Indonesia Naik 6,19% pada 2025
Tinggi atau rendahnya jumlah penduduk miskin dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan (GK), GK diakumulasikan berdasarkan jumlah Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Nilai pengeluaran kebutuhan makanan yang dihitung berdasarkan 2,1 ribu kilo kalori per kapita per hari menjadi acuan untuk GKM.
GKM Provinsi Jawa Barat mencapai Rp454 ribu per kapita per bulan, yang mana GKM perkotaan lebih tinggi daripada perdesaaan. Angka tersebut menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat dengan garis kemiskinan rendah lebih didominasi pengeluaran untuk kebutuhan makanan.
Beras menjadi komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK di daerah perkotaan maupun perdesaan sebesar 21,33% dan 26,78%, disusul oleh rokok kretek filter dengan pengaruh 10,63% untuk GK perkotaan dan 6,88% untuk GK perdesaan.
Rokok termasuk ke dalam daftar komoditi dan perhitungan GK karena banyak dikonsumsi oleh penduduk miskin, sedangkan beras merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk.
Lebih lanjut, posisi ketiga sampai kelima untuk GK daerah perkotaan diisi oleh telur ayam ras (5,74%), daging ayam ras (4,92%), serta kopi bubuk dan kopi instan (4,03%). Mie instan menyusul dengan sumbangan 3,04% dan ditutup oleh roti dengan 2,39%.
Untuk daerah perdesaan, posisi ketiga sampai kelima diawali dengan kopi bubuk dan kopi instan (4,76%). telur ayam ras (4,53%), serta daging ayam ras (4,03%).
Roti dan mie instan menjadi penutup daftar komoditas penyumbang terbesar GK Jawa Barat Maret 2026 khusus untuk daerah perdesaan dengan masing-masing persentase sebesar 2,89% dan 2,84%.
Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Capai 22 Juta Orang pada Maret 2026
Sumber:
https://jabar.bps.go.id/id/publication/2026/09/01/e27f429c03f19df66f043a64/perkembangan-tingkat-kemiskinan-provinsi-jawa-barat-maret-2026.html
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: