10 Konsesi Kehutanan dengan Titik Panas Terbanyak di Kalimantan

PT Mohairson Pawan Khatulistiwa mendominasi di Kalimantan dengan mencatatkan 3.502 titik panas.

10 Konsesi Kehutanan dengan Titik Panas Terbanyak

(Periode 1 Agustus–September 2026)

Dashboard ExtractiveZone secara resmi mencatat angka yang sangat mengkhawatirkan, dengan kemunculan 120.638 titik panas di seluruh kawasan bentang alam di wilayah Kalimantan sejak 1 Agustus 2026. Rekaman suhu ekstrem dengan total kekuatan radiatif 519.616 megawatt ini tercatat telah memapar 276 wilayah konsesi kehutanan beserta zona penyangganya hingga mencapai belasan juta hektare.

PT Mohairson Pawan Khatulistiwa menempati peringkat puncak dengan 3.502 titik panas yang mayoritas mengepung area batas luar konsesi gambut mereka akibat tingginya aktivitas pembersihan lahan di Ketapang. Menyusul tepat di urutan kedua, PT Hutan Ketapang Industri dari Sampoerna Agro Group mencatatkan 2.337 titik api yang justru secara masif terpusat di kawasan inti.

Perusahaan pemasok kayu industri di bawah naungan Sinarmas Group, yakni PT Finnantara Intiga, mengamankan posisi ketiga lewat sebaran 1.836 titik panas di area operasionalnya. Sementara itu, PT Inhutani III Unit Nangapinah sebagai perwakilan aset badan usaha milik negara menempati urutan keempat dengan deteksi sebanyak 1.458 titik api.

Baca Juga: Katanya/Datanya: Karhutla 2026 Jauh di Bawah Beberapa Tahun Lalu

Karakteristik sebaran yang sangat unik terlihat pada PT Baratama Putra Perkasa di posisi kelima, di mana 1.451 titik panasnya nyaris seluruhnya memadati area perimeter luar. PT Mayawana Persada kemudian mengisi urutan keenam dengan 1.340 titik, yang semakin mempertegas tingginya kerentanan area pembukaan hutan alam sekunder mereka di wilayah Kalimantan Barat.

Ancaman serius berupa kebakaran bawah tanah terekam jelas di wilayah PT Inhutani I Unit Labanan, Kalimantan Timur, yang menyumbang 1.215 peringatan titik panas. Kerentanan serupa pada sisa serasah hutan tebangan juga dialami oleh konsesi legendaris PT Kiani Lestari, yang menempati urutan kedelapan dengan rekam jejak 1.207 titik.

PT Wanakerta Ekalestari kembali membuktikan tingginya kerentanan lahan monokultur terhadap paparan sinar matahari langsung, melalui kemunculan 1.092 titik panas pada posisi kesembilan. Daftar sepuluh besar kawasan berisiko ini akhirnya ditutup oleh PT Nitiyasa Idola, yang mendeteksi 1.035 titik panas akibat tekanan ekspansi perkebunan yang tinggi di sekitar patok perbatasan.

Pola sebaran spasial dari satelit ini menegaskan sebuah fakta penting, bahwa perubahan hidrologi pada hutan tanaman industri terbukti mampu melipatgandakan tingkat kemudahan terbakar secara sangat signifikan. Meskipun deretan titik panas ini mengindikasikan suhu permukaan Bumi yang luar biasa tinggi, penetapan status pelanggaran hukum tetap membutuhkan proses verifikasi lapangan yang menyeluruh oleh kementerian terkait.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Area Karhutla Terluas per Juni 2026, Kalimantan Barat Mendominasi

Sumber:

https://app.counterpoint.id/fire/map

Demas Reyhan Adritama
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama

IT & Sports Enthusiast

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc