10 Provinsi dengan Distribusi Pengeluaran Paling Merata 2026

BPS mencatat Kepulauan Bangka Belitung memiliki Gini Ratio terendah di Indonesia pada Maret 2026, disusul Kalimantan Utara dan Aceh.

Provinsi dengan Distribusi Pengeluaran Paling Merata di Indonesia

(Semester I 2026)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi dengan distribusi pengeluaran paling merata di Indonesia pada Maret 2026. Gini Ratio perkotaan dan perdesaan provinsi tersebut hanya 0,214, jauh di bawah angka nasional sebesar 0,368.

Gini Ratio wilayah perkotaannya sebesar 0,226, sementara perdesaan hanya 0,191.

Gini Ratio sendiri merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pengeluaran masyarakat.

Nilainya berada pada rentang 0 hingga 1. Semakin mendekati 0, distribusi pengeluaran semakin merata. Sebaliknya, semakin mendekati 1, tingkat ketimpangan semakin tinggi.

Selanjutnya, Kalimantan Utara menyusul dengan Gini Ratio 0,253. Tingkat ketimpangan di wilayah perkotaan tercatat 0,253, sedangkan perdesaan sebesar 0,244. Nilai keduanya relatif berdekatan.

Setelah itu, Aceh memiliki Gini Ratio gabungan sebesar 0,275. Ketimpangan di wilayah perkotaan mencapai 0,323, sedangkan di perdesaan jauh lebih rendah, yakni 0,221.

Baca Juga: 8 Juta Sarjana Bekerja di Bawah Kualifikasi, Alarm Pasar Kerja Indonesia

Di sisi lain, urutan ke empat hingga sepuluh sudah berada di kelompok terendah. Sulawesi Tengah dengan Gini Ratio 0,277. Angka perkotaannya sebesar 0,302 dan perdesaan 0,242.

Sumatra Utara mencatat Gini Ratio 0,278. Ketimpangan perkotaan berada di level 0,299, sementara perdesaan hanya 0,230.

Kalimantan Tengah juga memiliki Gini Ratio 0,278. Angka perkotaan tercatat 0,299 dan perdesaan sebesar 0,257, keduanya tetap berada di bawah angka Gini Ratio nasional.

Maluku mencatat Gini Ratio sebesar 0,281. Menariknya, ketimpangan perkotaan sebesar 0,267 dan perdesaan 0,217, meski angka gabungannya berada sedikit lebih tinggi.

Sumatra Barat memiliki Gini Ratio 0,285, dengan angka perkotaan 0,304 dan perdesaan 0,231. Distribusi pengeluaran di wilayah perdesaan terlihat lebih merata dibandingkan perkotaan.

Sumatra Selatan juga mencatat Gini Ratio 0,285. Namun, perbedaan antara wilayah perkotaan dan perdesaan cukup lebar, yakni masing-masing 0,346 dan 0,212.

Maluku Utara melengkapi kelompok 10 provinsi dengan Gini Ratio terendah, yakni 0,288. Ketimpangan perkotaan tercatat 0,339, sedangkan perdesaan sebesar 0,220.

BPS menghitung Gini Ratio menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan pendekatan pengeluaran rumah tangga. Secara metodologis, penghitungan membandingkan distribusi kumulatif penduduk dengan distribusi kumulatif pengeluaran melalui konsep Kurva Lorenz.

Baca Juga: Kinerja Ekspor Indonesia 2025 Fluktuatif, Komoditas Nonmigas Dominasi

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/OTgjMg==/gini-ratio-menurut-provinsi-dan-daerah.html

Key Insights

  • Gini Ratio Kepulauan Bangka Belitung yang sangat rendah (0,214) menunjukkan keberhasilan provinsi ini dalam menciptakan distribusi pengeluaran yang jauh lebih merata dibandingkan rata-rata nasional (0,368).
  • Mayoritas provinsi dengan Gini Ratio terendah menunjukkan bahwa ketimpangan di perdesaan cenderung lebih rendah dibandingkan perkotaan, mengindikasikan bahwa pemerataan ekonomi di perdesaan lebih efektif.
  • Kalimantan Utara menunjukkan konsistensi pemerataan yang baik di perkotaan maupun perdesaan dengan Gini Ratio yang relatif berdekatan (0,253 dan 0,244).
  • Meski Gini Ratio gabungan Maluku (0,281) sedikit lebih tinggi dari beberapa provinsi lain, ketimpangan di wilayah perkotaannya (0,267) justru lebih rendah daripada perdesaan (0,217), menunjukkan anomali yang menarik.
Daffa Shiddiq Al-Fajri
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc