Produksi jagung pipilan kering kadar air 28% (JPK-KA28%) di Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 15,46 juta ton. Jumlah tersebut naik sekitar 3,2 ribu ton atau 0,02% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 15,45 juta ton.
Secara bulanan, produksi jagung pada 2026 tercatat sebesar 1,90 juta ton pada Januari, kemudian meningkat menjadi 2,46 juta ton pada Februari. Produksi selanjutnya turun menjadi 1,91 juta ton pada Maret dan 1,86 juta ton pada April, sebelum kembali menurun menjadi 1,60 juta ton pada Mei.
Sementara itu, potensi produksi pada Juni 2026 diperkirakan sebesar 1,86 juta ton, kemudian 1,85 juta ton pada Juli, dan 2,00 juta ton pada Agustus.
Perlu dicatat, angka Januari hingga Mei 2026 merupakan realisasi, sementara data Juni masih berstatus angka sementara. Adapun angka Juli dan Agustus merupakan potensi luas panen sehingga masih dapat mengalami perubahan.
Baca Juga: Produksi Jagung Indonesia Meningkat! Simak Pergerakannya Setiap Tahun
Jika ditinjau menurut provinsinya, Jawa Timur menempati posisi pertama sebagai provinsi sentra produksi jagung terbesar, mencapai 3,8 juta ton sepanjang Januari-Agustus 2026. Posisi berikutnya secara berurutan ditempati Jawa Tengah (2,17 juta ton) dan Lampung (1,55 juta ton), sedangkan Sulawesi Selatan berada di peringkat keempat dengan produksi mencapai 1,41 juta ton.
Selanjutnya, Sumatra Utara menempati posisi kelima dengan produksi tembus 1,39 juta ton, disusul Nusa Tenggara Barat (1,23 juta ton) dan Jawa Barat (973,36 ribu ton). Tiga posisi terakhir dalam daftar sepuluh besar ditempati Gorontalo (619,33 ribu ton), Sumatra Barat (545,45 ribu ton), dan Nusa Tenggara Timur (302,87 ribu ton).
Baca Juga: Jadi Salah Satu Andalan Food Estate, Berapa Banyak Panen Jagung Indonesia?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/07/01/2592/luas-panen-dan-produksi-jagung.html