10 Wilayah Penghasil Kopi Robusta Terbesar di Jawa Barat 2025, Kabupaten Bogor Memimpin

Kabupaten Bogor jadi produsen kopi robusta terbesar di Jawa Barat 2025 hingga 3.603 ton, pemerintah dukung sertifikasi benih untuk hilirisasi.

10 Kabupaten/Kota Produsen Kopi Robusta Terbesar di Jawa Barat

(Tahun 2025)

Robusta menjadi salah satu jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Jawa Barat berkat cita rasanya yang lebih kuat dibanding arabika dan memiliki kandungan kafein sebesar 2,7%. Jenis kopi ini juga lebih cocok tumbuh di wilayah dengan ketinggian di bawah 700 meter di atas permukaan laut.

Selain karakteristiknya, robusta juga menarik dari sisi harga. Biji kopi hijau robusta dapat dibanderol sekitar Rp58.000 per kilogram di sentra pengepul, sementara arabika asalan berada di kisaran Rp105.000-Rp112.000 per kilogram.

Data produksi kopi robusta dari perkebunan rakyat yang dihimpun Dinas Perkebunan Jawa Barat melalui Open Data Jabar mencatat produksi di 27 kabupaten/kota sepanjang 2025.

Kabupaten Bogor memimpin produksi dengan total 3.603 ton. Daerah ini menjadi sentra produksi kopi robusta sekaligus mengembangkan komoditas tersebut sebagai bagian dari agrowisata.

Salah satunya adalah kampung Cibulao di Cisarua. Kopi robusta dari Cibulao bahkan meraih medali perunggu dalam kategori Gourmet Product untuk Agency for the Valorization of the Agricultural Products (AVPA) pada pameran Salon International de l'Alimentation (SIAL) di Paris, Prancis, pada 2018. Budidayanya dikembangkan oleh petani sekaligus pelestari kopi setempat.

Baca Juga: Volume Ekspor Kopi Indonesia 2025 Tembus 508 Ribu Ton, Tertinggi dalam 1 Dekade Terakhir

Setelah Bogor, Kabupaten Kuningan menempati posisi kedua dengan produksi 1.157 ton, disusul Kabupaten Tasikmalaya (1.030 ton) dan Ciamis (936 ton). Keempat kabupaten tersebut menjadi daerah penghasil kopi robusta utama dengan volume produksi di atas 900 ton.

Sementara itu, produksi di tujuh kabupaten lainnya dalam daftar 10 besar berada di bawah 500 ton. Kabupaten Garut menempati posisi kelima dengan 469 ton, disusul Subang (439 ton), Karawang (378 ton), Sumedang (330 ton), Pangandaran (279 ton), dan Majalengka (209 ton).

Pengembangan kopi robusta Jawa Barat juga diarahkan untuk memperkuat ketersediaan benih sebagai bagian dari upaya hilirisasi. Pada Juni 2026, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) Jawa Barat menggandeng Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) untuk mengembangkan kebun benih kopi robusta dan kakao.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan benih kopi robusta dan kakao dari masyarakat serta pelaku usaha perkebunan di tengah terbatasnya ketersediaan benih bersertifikat.

Upaya pengawasan dan sertifikasi turut didukung melalui Sistem Informasi Sertifikasi Online Benih Perkebunan (SISOLEHBUN). Aplikasi milik Dinas Perkebunan Jawa Barat ini digunakan produsen benih perkebunan untuk mengajukan sertifikasi secara online.

Ketersediaan benih bersertifikat yang memadai diharapkan dapat menjaga produktivitas kopi robusta dan membuka ruang bagi pengembangan komoditas ini hingga tahap hilirisasi.

Baca Juga: 5 Provinsi Sentra Produksi Kopi Indonesia pada 2021-2025

Sumber:

https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/produksi-tanaman-tahunan-perkebunan-rakyat-komoditi-kopi-robusta-berdasarkan-kabupatenkota-di-jawa-barat

Key Insights

  • Kabupaten Bogor memimpin produksi kopi robusta Jawa Barat pada 2025 dengan 3.603 ton.
  • Kabupaten Kuningan menempati posisi kedua dengan produksi 1.157 ton.
  • Produksi kopi robusta di tujuh kabupaten lainnya dalam 10 besar berada di bawah 500 ton.
Rosita Fatimah Azahra
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc