43% Publik RI Nilai Ekonomi Indonesia Lebih Buruk Dibanding Tahun Lalu
Sebanyak 36% responden menilai ekonomi lebih buruk dan 7% lainnya menyebut kondisinya sangat lebih buruk dibandingkan tahun lalu.
Perbandingan Kondisi Ekonomi Sekarang Dibanding Tahun Lalu
(Tahun 2026)
Unduh
Kondisi ekonomi menjadi salah satu aspek yang dekat dengan kehidupan masyarakat karena berkaitan dengan daya beli, harga kebutuhan sehari-hari, hingga kesempatan memperoleh pekerjaan. Persepsi publik terhadap kondisi ekonomi juga dapat menjadi gambaran mengenai bagaimana masyarakat merasakan perubahan keadaan ekonomi dari waktu ke waktu.
Baca Juga: 9 Dari 10 WNI Belum Pernah ke Luar Negeri, Kondisi Ekonomi Berperan?
Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 27 Juli-3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling, penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional dibandingkan tahun sebelumnya cenderung negatif.
Sebanyak 36% responden menilai kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, 7% lainnya menilai kondisinya sangat lebih buruk. Jika digabungkan, sebanyak 43% publik memberikan penilaian negatif terhadap kondisi ekonomi nasional.
Di sisi lain, terdapat 17% responden yang menilai kondisi ekonomi saat ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 2% bahkan menyatakan kondisi ekonomi sangat lebih baik. Dengan demikian, total 19% responden memiliki pandangan positif terhadap perkembangan ekonomi nasional.
Adapun 32% responden menilai tidak ada perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan 6% lainnya tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Perbedaan antara penilaian negatif dan positif mencapai 24 poin persentase. Artinya, proporsi masyarakat yang melihat kondisi ekonomi memburuk lebih dari dua kali lipat dibandingkan mereka yang merasakan adanya perbaikan. Besarnya kelompok yang menilai tidak ada perubahan juga menunjukkan bahwa perubahan kondisi ekonomi belum dirasakan secara seragam oleh masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan persoalan yang dinilai masyarakat perlu segera ditangani pemerintah. Dalam survei yang sama, harga sembako murah menjadi persoalan yang paling banyak disebut, yakni 33,5% responden. Berikutnya, 19,2% menyoroti pemberantasan pungutan liar dan korupsi, sedangkan 14% menginginkan penciptaan lapangan kerja baru.
Meski penilaian publik terhadap kondisi ekonomi masih didominasi persepsi negatif, adanya 19% responden yang melihat perbaikan menunjukkan ruang bagi optimisme tetap terbuka. Pemerintah dapat memperkuat kebijakan yang berdampak langsung pada daya beli, ketersediaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat agar perbaikan ekonomi semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Gen Z Jadi Kelompok Paling Optimis terhadap Kondisi Ekonomi Indonesia 2026
Sumber:
https://ipo.or.id/category/publication/
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: