61% Anak Muda RI Anggap Belanja Produk Lokal sebagai Wujud Cinta Tanah Air

Sebanyak 61% responden memilih membeli produk lokal sebagai bentuk ekspresi cinta Indonesia, disusul kritik terhadap kebijakan sebesar 59,3%.

Beragam Bentuk Ekspresi Rasa Cinta terhadap Indonesia

(Tahun 2026)

Rasa cinta terhadap tanah air tidak selalu ditunjukkan melalui simbol atau kegiatan seremonial. Bagi generasi muda, kecintaan terhadap Indonesia dapat hadir dalam pilihan dan tindakan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cara pandang ini menunjukkan bahwa nasionalisme dapat berkembang mengikuti perubahan gaya hidup, termasuk dalam hal konsumsi dan keterlibatan dalam isu sosial.

Baca Juga: Hampir Separuh Penduduk Indonesia Didominasi Gen Z dan Milenial, Ini Rentang Tahun Kelahiran Tiap Generasi

Temuan tersebut terlihat dalam Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027 yang diterbitkan IDN Research Institute. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods yang memadukan survei kuantitatif, wawancara mendalam, serta triangulasi dengan data sekunder berskala nasional. Survei dilakukan dalam dua gelombang dengan melibatkan 628 responden yang terdiri atas 279 Milenial dan 349 Gen Z.

Dalam survei tersebut, responden ditanya mengenai bentuk tindakan yang paling mencerminkan rasa cinta terhadap Indonesia. Membeli dan menggunakan produk lokal menjadi pilihan yang paling banyak dipilih, yakni 61,0% responden. Artinya, lebih dari separuh anak muda yang disurvei mengaitkan kecintaan terhadap Indonesia dengan keputusan konsumsi sehari-hari.

Pilihan berikutnya adalah berbicara atau menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil, dengan persentase 59,3%. Angka ini menunjukkan bahwa ekspresi kecintaan terhadap Indonesia tidak hanya berkaitan dengan mendukung sesuatu yang dianggap merepresentasikan bangsa, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap kritis terhadap kebijakan.

Sementara itu, 29,3% responden memilih mendukung kreator, musisi, atau film Indonesia sebagai bentuk cinta terhadap tanah air. Sebanyak 22,8% merasa bangga ketika budaya Indonesia diakui di luar negeri. Adapun partisipasi dalam upacara atau peringatan nasional menjadi pilihan paling rendah, yakni 8,1%. Data tersebut memperlihatkan bahwa tindakan praktis dan keterlibatan sipil lebih banyak dipilih dibandingkan ekspresi nasionalisme yang bersifat seremonial.

Perbedaan ini memperlihatkan bahwa ekspresi nasionalisme anak muda tidak serta-merta hilang di tengah kuatnya pengaruh budaya global. Ekspresi nasionalisme mereka cenderung hadir melalui aktivitas yang dianggap relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti pilihan konsumsi dan sikap terhadap persoalan publik.

Baca Juga: Gen Z Jadi Kelompok Paling Optimis terhadap Kondisi Ekonomi Indonesia 2026

Sumber:

https://report.idnresearchinstitute.com/report-library/indonesia-millennial-%26-gen-z-report-2027

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc