Shopee Pimpin Platform Belanja Online Indonesia, Warung Tetap Jadi Pilihan Utama Offline

Shopee memimpin platform belanja online Indonesia, sementara warung tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

10 Tempat/Platform Belanja yang Paling Sering Digunakan Publik Indonesia

(27 Feb-2 Mar 2026)

Platform belanja online kini semakin banyak digunakan, namun keberadaan toko fisik seperti warung dan kios tradisional masih tetap menjadi bagian penting aktivitas belanja masyarakat.

Berdasarkan survei mengenai tempat belanja online maupun offline yang paling sering digunakan publik Indonesia pada 27 Februari-2 Maret 2026, Shopee menjadi pilihan utama dengan 17% responden.

Angka tersebut menempatkan Shopee sedikit di atas warung yang berada di posisi kedua dengan 16%. Di posisi berikutnya, kios belanja tradisional masih menunjukkan daya saing kuat dengan mencatatkan 14%.

Sementara itu, jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret masing-masing digunakan oleh 8% responden, menandakan bahwa minimarket tetap memiliki peran besar dalam kebiasaan belanja harian masyarakat.

Super Indo dan Alfagift berada di posisi selanjutnya dengan masing-masing memperoleh 5% responden. Kemudian, layanan grocery digital seperti ASTRO, GrabMart (Kilat), dan allofresh mencatatkan persentase 4%.

Baca Juga: 98% Publik RI Pilih E-Commerce untuk Belanja Online

Meskipun belanja online terus berkembang, masyarakat Indonesia masih mempertahankan pola belanja melalui berbagai kanal.

Hasil survei menunjukkan bahwa 60% responden pernah membeli kebutuhan grocery melalui platform online, sementara 62% pernah berbelanja melalui ritel offline.

Dalam kategori online grocery, Shopee menjadi platform dengan penggunaan tertinggi. Sebanyak 53% responden mengaku menggunakan Shopee untuk membeli kebutuhan belanja dalam tiga bulan terakhir. Posisi berikutnya ditempati Alfagift dengan 21%, TikTok Shop sebesar 19%, serta Klik Indomaret dengan 18%.

Di sisi lain, warung menjadi tempat belanja offline yang paling banyak digunakan dalam tiga bulan terakhir dengan 47% responden, diikuti Indomaret dan kios belanja tradisional masing-masing sebesar 38%, serta Alfamart sebesar 37%.

Adapun survei ini dilakukan pada 27 Februari hingga 2 Maret 2026 dengan melibatkan 999 responden konsumen di Indonesia untuk mengukur preferensi, tingkat penggunaan, serta perilaku masyarakat dalam memilih tempat belanja online maupun offline.

Baca Juga: Milenial Paling Gemar Belanja Produk dari Live Shopping 2025

Sumber:

https://snapcart.global/online-and-offline-grocery-shopping-continue-to-coexist-among-indonesian-consumers/

Key Insights

  • Shopee yang menjadi pilihan utama 17% responden, sedikit di atas warung (16%), mengindikasikan pergeseran preferensi belanja masyarakat ke platform digital namun toko fisik tradisional tetap relevan.
  • Kios belanja tradisional (14%) yang masih mengungguli minimarket modern seperti Alfamart dan Indomaret (masing-masing 8%) menunjukkan kekuatan basis komunitas dan aksesibilitas toko-toko kecil.
  • Tingkat penggunaan platform online (60%) yang hampir menyamai ritel offline (62%) untuk kebutuhan grocery menunjukkan adopsi belanja digital yang pesat tanpa sepenuhnya menggantikan kebiasaan belanja fisik.
  • Dominasi warung (47%) sebagai tempat belanja offline utama menggarisbawahi pentingnya kehadiran toko komunitas yang dekat dan terjangkau dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Daffa Shiddiq Al-Fajri
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc