Beras merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras menjadikan komoditas ini sebagai bahan pangan utama dengan tingkat konsumsi yang relatif tinggi.
Hingga saat ini, pola konsumsi pangan nasional masih menunjukkan dominasi beras sebagai sumber karbohidrat utama, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kontribusi beras terhadap konsumsi sumber karbohidrat mencapai 85,28%, jauh melampaui komoditas pangan lainnya.
Baca Juga: Produksi Beras Indonesia Tembus 34 Juta Ton pada 2025
Capaian produksi beras nasional pada tahun 2025 tidak terlepas dari peningkatan produksi padi dan keberhasilan perluasan luas panen. Total produksi padi nasional sepanjang Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,37 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat dari 53,14 juta ton GKG pada 2024. Kenaikan ini juga didorong oleh perluasan luas panen yang diperkirakan mencapai 11,36 juta hektare, naik 13,03% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam bentuk beras, produksi nasional pada 2025 mencapai 34,34 juta ton, naik 13,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, konsumsi nasional berada di angka 30,81 juta ton. Artinya, Indonesia mengalami surplus beras sehingga kebutuhan dalam negeri masih dapat dipenuhi dari produksi nasional. Berdasarkan data BPS, terdapat tujuh provinsi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap produksi beras nasional.
Jawa Timur menempati posisi pertama dengan produksi mencapai 6 juta ton. Di posisi berikutnya, Jawa Barat menghasilkan sekitar 5,78 juta ton beras, sementara kebutuhan konsumsinya mencapai 6,25 juta ton. Kondisi ini membuat Jawa Barat mengalami defisit beras. Meski demikian, sebagian besar kebutuhan konsumsi beras masih dapat dipenuhi oleh produksi dalam provinsi.
Jawa Tengah berada di urutan ketiga dengan produksi 5,32 juta ton, disusul Sulawesi Selatan yang mencatat produksi 3,11 juta ton dan terus menjadi lumbung pangan utama kawasan timur Indonesia. Provinsi berikutnya adalah Sumatra Selatan dengan produksi 2,04 juta ton, Lampung sebesar 1,82 juta ton, serta Banten dengan capaian 1,01 juta ton.
Kontribusi ketujuh provinsi tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor pertanian, terutama padi, sangat berperan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan pengelolaan lahan yang lebih optimal, peningkatan produktivitas, serta distribusi yang merata, surplus beras diharapkan dapat terus dipertahankan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Rata-Rata Harga Beras di Penggilingan Cenderung Meningkat
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/f7bd40cb4779162e89bf2eda/distribusi-perdagangan-komoditas-beras-indonesia-2025.html