Percakapan mengenai perseteruan K-Netz dan SEAblings turut meluas ke berbagai platform, salah satunya Instagram, meskipun dinamika yang terlihat cenderung berbeda dibandingkan ruang diskusi lain. Isu yang bermula dari insiden konser Day6 di Malaysia tetap menjadi konteks utama pembahasan, namun diskursus di Instagram lebih banyak diwarnai respons reflektif, apresiatif, dan diskusi yang relatif netral atau moderat.
Berdasarkan pemantauan sentimen yang dilakukan oleh Drone Emprit, respons publik di Instagram didominasi oleh sentimen netral sebesar 64%, disusul sentimen positif 32%, dan sentimen negatif sebesar 4%. Pengumpulan data dilakukan pada 1-18 Februari 2026 dengan total 18.943 sample mentions.
Komposisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna Instagram memiliki respons netral dan menanggapi perseteruan tersebut dengan sikap observasional, bukan konfrontatif.
Baca Juga: Perang K-Netz VS SEAblings Di X Tuai Respons Positif Hingga 51%
Sentimen positif di Instagram banyak muncul dari narasi yang melihat perseteruan SEAblings dan K-Netz sebagai peluang untuk meningkatkan eksposur global terhadap Asia Tenggara, termasuk promosi grup atau figur publik asal Indonesia. Sebagian warganet juga menunjukkan optimisme dengan mengajak publik di luar kawasan untuk mendukung solidaritas SEAblings.
Dukungan dari pengguna Jepang dan China turut disambut sebagai sinyal bahwa solidaritas digital tidak terbatas pada lingkup regional. Selain itu, beberapa pendapat juga mengaitkan momentum ini dengan kebanggaan terhadap capaian negara-negara ASEAN dalam ajang olahraga internasional, memperkuat narasi identitas kawasan yang kompetitif dan berdaya saing.
Meski proporsinya kecil, sentimen negatif tetap hadir dalam percakapan Instagram. Beberapa pengguna menyoroti candaan bernada rasis yang juga muncul dari warganet Indonesia, sementara sebagian lainnya menilai perseteruan digital tersebut tidak perlu diperbesar. Kritik tersebut mencerminkan adanya kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga etika komunikasi lintas budaya di ruang digital.
Secara keseluruhan, dominasi sentimen netral disertai proporsi positif yang signifikan menunjukkan bahwa percakapan di Instagram lebih menempatkan fenomena perseteruan sebagai bahan refleksi sosial. Alih-alih memperpanjang ketegangan, percakapan yang berkembang menunjukkan kecenderungan publik untuk menempatkan peristiwa ini sebagai ruang refleksi sosial tentang solidaritas regional di media sosial.
Baca Juga: Indonesia Punya Hutan Terluas di ASEAN 2025
Sumber:
https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2024822937963077882?s=20