Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai paru-paru dunia, dengan tutupan hutan terluas di Asia Tenggara pada 2025. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), luas hutan Indonesia mencapai 95,97 juta hektare (ha) pada 2025, jadi yang terbesar di Asia Tenggara. Jumlahnya ini naik 0,1% dibanding 2015 namun turun drastis dibanding tahun 1990 yang mencapai 116,3 juta ha.
Meski begitu, Indonesia masuk daftar sepuluh negara dengan perluasan hutan terbesar dalam sedekade terakhir. Luas hutan Indonesia rata-rata bertambah 94,1 ribu ha per tahun secara neto, berada di peringkat ketujuh secara global.
Secara global, Indonesia berada di urutan kedelapan negara dengan hutan terluas. Rusia bertengger di peringkat pertama dengan 832,63 juta ha, disusul Brasil (486,09 juta ha), Kanada (368,82 juta ha), Amerika Serikat (308,9 juta ha), dan China (227,15 juta ha).
Kembali ke Asia Tenggara, Myanmar berada di urutan kedua dengan luas hutan mencapai 27,1 juta ha, berkurang 1,01% dibanding 2015. Di peringkat ketiga ada Thailand dengan luas mencapai 19,64 juta ha, turun 0,21% dalam sepuluh tahun terakhir.
Pemeringkatan dilanjut oleh Malaysia dengan 18,88 juta ha (berkurang 0,3% dibanding 2015) dan Vietnam dengan 14,79 juta ha (bertambah 0,51% dibanding 2015). Laos memiliki 13,04 juta ha hutan, menjadikannya terbanyak keenam di Asia Tenggara. Luas hutannya ini berkurang 0,25% dalam satu dekade terakhir.
Di urutan ketujuh ada Filipina dengan 7,4 juta ha, diikuti Kamboja (6,33 juta ha), Timor-Leste (1,05 juta ha), Brunei Darussalam (380 ribu ha), dan Singapura (16 ribu ha).
Baca Juga: Perkembangan Luas Area Hutan Indonesia 1990-2025
Sumber:
https://openknowledge.fao.org/server/api/core/bitstreams/12322cae-5b20-4be2-927a-72a86fd319e9/content