Angkutan Barang Laut Domestik Capai 37 Juta Ton Awal 2026

Pelabuhan Tanjung Priok tetap menjadi pusat utama distribusi barang laut domestik dengan volume angkutan sekitar 1,5 juta ton pada Januari 2026.

Perkembangan Jumlah Barang Angkutan Laut Dalam Negeri

(Desember 2025-Januari 2026)
Ukuran Fon:

Pergerakan angkutan barang melalui jalur laut domestik pada awal 2026 menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah barang yang diangkut menggunakan transportasi laut dalam negeri pada Januari 2026 tercatat sekitar 37,5 juta ton, atau turun 18,50% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai sekitar 46,0 juta ton.

Jika dilihat dari pelabuhan utama berdasarkan volume terbesar, Pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi pusat utama aktivitas distribusi barang melalui jalur laut domestik. Pada Januari 2026, volume barang yang diangkut melalui pelabuhan ini mencapai sekitar 1,501 juta ton, sedikit meningkat 0,07% dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sekitar 1,500 juta ton.

Baca Juga: Pelabuhan Batam Jadi Pintu Masuk Utama Turis Asing via Angkutan Laut 2025

Posisi berikutnya ditempati oleh Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya dengan volume angkutan barang sekitar 1,11 juta ton pada Januari 2026. Angka ini mengalami penurunan 16,17% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 1,33 juta ton.

Selanjutnya, Pelabuhan Makassar mencatat volume barang sekitar 362,0 ribu ton pada Januari 2026. Jumlah ini turun 2,48% dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 371,2 ribu ton.

Di Pelabuhan Panjang, volume barang yang diangkut mencapai sekitar 199,9 ribu ton pada Januari 2026. Berbeda dengan beberapa pelabuhan lainnya, pelabuhan ini justru mencatat peningkatan 17,31% dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 170,4 ribu ton.

Sementara itu, Pelabuhan Balikpapan mencatat volume angkutan barang sekitar 97,4 ribu ton pada Januari 2026. Angka ini mengalami penurunan 4,51% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 102,0 ribu ton.

Di luar pelabuhan utama tersebut, kategori pelabuhan lainnya mencatat volume angkutan barang sekitar 34,21 juta ton, turun 19,55% dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 42,52 juta ton.

Secara keseluruhan, penurunan angkutan barang laut pada Januari 2026 mencerminkan adanya penyesuaian aktivitas distribusi setelah tingginya pergerakan logistik pada akhir tahun sebelumnya. Meski demikian, transportasi laut tetap menjadi tulang punggung distribusi barang nasional karena kemampuannya mengangkut muatan dalam jumlah besar serta menghubungkan berbagai wilayah kepulauan di Indonesia.

Baca Juga: Tanjung Perak Jadi Pelabuhan Paling Ramai per Juli 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2549/penumpang-angkutan-laut-domestik-pada-januari-2026-turun-0-45-persen-.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook