Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores oleh militer Amerika Serikat (AS) sempat mengguncang publik global. Keduanya ditangkap atas dakwaan perdagangan narkoba dan pelanggaran senjata, disebut-sebut menjalankan rezim narko-teroris, yang seluruhnya telah dibantah oleh Maduro.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Amerika tidak sedang berperang dengan Venezuela. Ia membela operasi militer ini, mengatakan bahwa negaranya tengah berperang melawan organisasi perdagangan narkoba.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan akan memimpin Venezuela untuk sementara waktu dan memanfaatkan cadangan minyak di negeri tersebut. Trump juga memberlakukan “karantina” terhadap minyak Venezuela. Ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan AS akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki tatanan infrastruktur minyaknya.
Satu pertanyaan pun muncul, berapa banyak cadangan minyak yang dimiliki Venezuela?
Baca Juga: Negara Pengonsumsi Minyak Goreng Terbanyak
Menurut laporan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), cadangan minyak mentah di Venezuela menjadi yang paling banyak di dunia pada 2024. Jumlahnya mencapai 303,22 miliar barel, setara dengan 19% dari total cadangan minyak mentah global.
Dari tahun ke tahun, jumlahnya cenderung stabil. Pada 2020, Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak mentah sebesar 303,56 miliar. Angka ini merupakan jumlah cadangan minyak mentah yang sudah terbukti.
Tahun berikutnya, jumlah cadangan minyak sedikit turun menjadi 303,47 miliar, dan kembali turun tipis menjadi 303,22 miliar pada 2022. Memasuki 2023, jumlah cadangan minyak mentah di Venezuela kembali turun menjadi 303,01 miliar, sebelum naik pada 2024.
Sejauh ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog dan tetap memenuhi hukum internasional.
“Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional," kata Kementerian Luar Negeri melalui akun X resminya, Senin (5/1).
Baca Juga: Benarkah Impor Minyak Indonesia Turun?
Sumber:
https://www.opec.org/assets/assetdb/asb-2025.pdf