Kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan serius karena menimbulkan dampak luas terhadap kesehatan, perekonomian, serta keberlanjutan ekosistem. Di Indonesia, peristiwa ini tidak hanya merusak tutupan hutan, tetapi juga mempengaruhi kualitas udara, aktivitas masyarakat, dan keberlangsungan keanekaragaman hayati. Oleh sebab itu, memahami tren kebakaran hutan dari waktu ke waktu menjadi penting sebagai dasar evaluasi kebijakan dan upaya pencegahan.
Baca Juga: 68 Ribu Ha Hutan Sumatra Dipakai untuk Tambang pada 2024
Kementerian Kehutanan mencatat bahwa pada tahun 2024 terjadi kebakaran hutan seluas 376.805,05 hektare (ha). Angka ini menurun dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 1.161.192,90 ha. Penurunan tersebut berkaitan dengan perubahan kondisi iklim, karena El Nino pada 2023 memicu kekeringan lebih panjang dan meningkatkan risiko kebakaran. Di wilayah Kalimantan dan Sumatra, sebagian besar kebakaran terjadi pada lahan gambut yang mudah terbakar saat mengalami kekeringan.
Selain faktor iklim, aktivitas manusia tetap berperan besar dalam memperluas area kebakaran. Praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, kelalaian, dan aktivitas ilegal sering kali memperparah kondisi ketika hari tanpa hujan berlangsung lama. Ketika kekeringan berkepanjangan terjadi, kebakaran dapat meluas dengan cepat dan sulit dikendalikan, sehingga menuntut pengawasan yang lebih ketat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perkembangan luas kebakaran hutan dan lahan selama periode 2020 hingga 2024. Pada 2020, luasnya tercatat sebesar 296.942 ha, meningkat menjadi 358.867 ha pada 2021. Kemudian, pada 2022 terjadi penurunan signifikan menjadi 204.894 ha.
Kondisi berubah drastis pada 2023 dengan lonjakan besar mencapai 1.161.193 ha dan kembali turun pada 2024 menjadi 376.805 ha. Data ini menegaskan perlunya penguatan mitigasi, mulai dari restorasi gambut, pengelolaan tata air, edukasi masyarakat, hingga penegakan hukum agar luas kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Luas Hutan Indonesia Tembus 95 Juta Ha, Terbesar di ASEAN 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/d42f7c887f4ab83b80908148/analisis-lingkungan-hidup-berkelanjutan--perubahan-iklim-di-indonesia-2024-dan-2025.html