Aktivitas belanja online semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat global. Sepanjang 2025, ada banyak aplikasi belanja menghiasi layar, semakin digemari karena kemudahan akses, harga kompetitif, serta strategi promosi agresif dari para pemain e-commerce.
Menurut data Business of Apps, Temu menempati posisi teratas dengan 363 juta unduhan, unggul jauh dibanding aplikasi lain. Popularitas Temu didorong oleh strategi harga super murah, pemasaran masif di media sosial, serta model cross-border commerce yang agresif menjangkau pasar global. Tidak heran jika marketplace asal China ini banyak diunduh sepanjang 2025.
Baca Juga: Tren Pengeluaran Belanja Daring Konsumen Indonesia 2024
Di posisi kedua, Shein mencatat 154 juta unduhan, menegaskan dominasinya di segmen fast fashion global. Amazon berada di peringkat ketiga dengan 141 juta unduhan. Seski bukan pemain termuda, raksasa e-commerce ini tetap relevan berkat ekosistem logistik dan layanan yang matang.
Aplikasi asal India, Meesho (124 juta unduhan) dan Flipkart (90 juta unduhan), memperlihatkan kuatnya pasar e-commerce domestik di negara berkembang. Model social commerce dan fokus pada penjual kecil menjadi keunggulan Meesho dalam menarik pengguna baru.
Lebih lanjut, Alibaba (87 juta unduhan) dan AliExpress (81 juta unduhan) masih menunjukkan daya tarik besar, khususnya untuk belanja lintas negara. Sementara Shopee bertengger di posisi kedelapan dengan total 79 juta unduhan, mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di Asia Tenggara dan Amerika Latin.
Di urutan kesembilan, Mercado Libre mencatat 59 juta unduhan, merepresentasikan dominasi e-commerce di Amerika Latin. Myntra menutup daftar dengan 46 juta unduhan, memperkuat posisinya sebagai platform fashion digital utama di India.
Baca Juga: Tergerus Toko Online, Benarkah Bisnis Mal Mulai Jatuh?
Sumber:
https://www.businessofapps.com/data/most-popular-apps/