Penumpang Kereta di Indonesia Capai 48,1 Juta Orang di Januari 2026

Kereta di Pulau Jawa masih mendominasi dengan jumlah penumpang sekitar 38,8 juta orang pada Januari 2026.

Perkembangan Penumpang Angkutan Kereta di Indonesia

(Desember 2025-Januari 2026)
Ukuran Fon:

Pergerakan penumpang angkutan kereta di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Januari 2026 tercatat sekitar 48,1 juta orang. Angka ini turun 5,10% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 50,7 juta penumpang.

Dilihat dari wilayah dengan jumlah penumpang terbesar, kereta di Pulau Jawa masih mendominasi. Pada Januari 2026, jumlah penumpang kereta di wilayah ini mencapai sekitar 38,8 juta orang, turun 5,80% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 41,2 juta penumpang.

Baca Juga: Simak Pergerakan Jumlah Penumpang Angkutan Udara di Indonesia Mei 2025

Sebagian besar penumpang di wilayah Jawa berasal dari wilayah aglomerasi Jabodetabek. Jumlah penumpang di kawasan ini tercatat sekitar 30,2 juta orang pada Januari 2026, turun 4,47% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 31,6 juta penumpang.

Sementara itu, wilayah non-Jabodetabek di Pulau Jawa mencatat jumlah penumpang sekitar 8,6 juta orang pada Januari 2026. Angka ini mengalami penurunan 10,22% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 9,6 juta penumpang.

Di luar Pulau Jawa, jumlah penumpang kereta yang beroperasi di wilayah non-Jawa tercatat sekitar 652,1 ribu orang, turun 4,84% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 685,3 ribu penumpang.

Selanjutnya, kereta bandara mencatat jumlah penumpang sekitar 819,2 ribu orang pada Januari 2026, atau turun 4,15% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 854,7 ribu penumpang.

Untuk moda transportasi perkotaan, MRT menjadi satu-satunya yang mengalami peningkatan jumlah penumpang. Pada Januari 2026, jumlah penumpang MRT mencapai sekitar 4,1 juta orang, naik 0,96% dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sekitar 4,06 juta penumpang.

Sementara itu, LRT mencatat jumlah penumpang sekitar 3,2 juta orang pada Januari 2026, turun 1,78% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 3,27 juta penumpang.

Penurunan paling besar secara persentase terjadi pada kereta cepat Whoosh, dengan jumlah penumpang sekitar 508,7 ribu orang pada Januari 2026. Angka ini turun 17,11% dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 613,7 ribu penumpang.

Secara keseluruhan, penurunan jumlah penumpang kereta pada awal tahun ini mencerminkan pola mobilitas masyarakat yang mulai menurun setelah tingginya aktivitas perjalanan pada periode libur akhir tahun. Meski demikian, moda transportasi berbasis rel tetap menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia karena kapasitas angkutnya yang besar serta efisiensi waktu perjalanan.

Baca Juga: 10 Stasiun Kereta Api Terpadat Libur Nataru 2025/2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2549/penumpang-angkutan-laut-domestik-pada-januari-2026-turun-0-45-persen-.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook