RAPBN 2027: Target Anggaran Fungsi Pendidikan Capai Rp482 T
Anggaran untuk fungsi pendidikan pada tahun 2027 direncanakan menyentuh Rp482,4 triliun, atau tumbuh 2,01% dari outlook 2026 yang besarnya Rp472,9 triliun.
Perkembangan Anggaran Fungsi Pendidikan
(2022-2027)
Unduh
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027, pemerintah memastikan adanya kenaikan pada anggaran fungsi pendidikan dalam belanja negara tahun depan.
Dokumen kenegaraan tersebut menetapkan bahwa alokasi pendidikan ditargetkan sebesar Rp482,4 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 2,01% dibandingkan outlook anggaran fungsi pendidikan 2026 yang bernilai Rp472,9 triliun.
Pagu yang direncanakan dalam RAPBN 2027 ini menjadi nominal anggaran fungsi pendidikan tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Baca Juga: Swedia di Urutan 1! Ini Daftar Negara dengan Anggaran Pendidikan Tertinggi di Dunia 2026
Adapun tren serapan program fungsi pendidikan menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2022, realisasi pada periode tersebut menyentuh Rp160,1 triliun.
Angka ini kemudian tumbuh 7,43% menjadi Rp172 triliun pada tahun 2023, sebelum lanjut mengalami kenaikan sebesar 14,65% atau menyentuh Rp197,2 triliun pada tahun 2024.
Pertumbuhan alokasi yang lebih besar mulai terjadi setahun setelahnya. Pada tahun 2025, realisasi fungsi pendidikan menanjak sebesar 33,01% dan mencapai Rp262,3 triliun.
Puncaknya terjadi pada outlook 2026. Anggaran fungsi pendidikan bertumbuh hingga 80,28%. Kenaikan ini tercatat sebagai persentase pertumbuhan terbesar sepanjang empat periode terakhir, sebelum akhirnya kembali ditingkatkan pada rancangan anggaran tahun 2027.
Dalam Buku II Nota Keuangan tersebut, tertulis bahwa postur fungsi pendidikan ini belum mengikutsertakan alokasi yang disalurkan melalui mekanisme Transfer ke Daerah (TKD) maupun pos pembiayaan lainnya. Selain itu, porsi subfungsi pendidikan kedinasan juga tidak dikalkulasikan ke dalam rancangan anggaran ini.
Kendati rincian pagu per program belum dirilis secara definitif, pemerintah memastikan bahwa anggaran pendidikan 2027 ini masih akan mengakomodasi keberlanjutan program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG) layaknya tahun 2026.
Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Maria Yohana Esti Wijayati turut menyoroti masih masuknya anggaran MBG dalam pos anggaran pendidikan.
Menurutnya, pemerintah perlu mulai memisahkan pembiayaan MBG dari fungsi inti pendidikan tanpa harus menunggu batas waktu penyesuaian yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Persoalan besarnya bukan karena MK memberikan masa penyesuaian paling lambat sampai APBN 2028, tetapi seharusnya pemerintah tidak harus menunggu batas akhir tersebut,” tegasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Secara spesifik, RAPBN 2027 membidik sejumlah output prioritas untuk mengoptimalkan serapan anggaran fungsi pendidikan tersebut, meliputi:
- Program Indonesia Pintar (PIP) untuk 22,1 juta siswa
- Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa
- Tunjangan guru non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk 1,3 juta tenaga pendidik
- MBG kepada 72,2 juta penerima manfaat
- Pembangunan sekolah rakyat sebanyak 266 unit
- Revitalisasi sekolah dan madrasah sebanyak 12.215 unit
Baca Juga: 63% Publik RI Tidak Puas dengan Program MBG
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing
Key Insights
- Peningkatan signifikan anggaran pendidikan di RAPBN 2027 sebesar Rp482,4 triliun menunjukkan komitmen pemerintah terhadap sektor ini, mencapai rekor tertinggi dalam empat tahun.
- Meskipun anggaran pendidikan naik, masuknya program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengaburkan fokus dan efektivitas alokasi dana untuk tujuan pendidikan inti.
- Pertumbuhan realisasi anggaran fungsi pendidikan yang melonjak drastis hingga 80,28% pada outlook 2026 mengindikasikan adanya program besar atau perubahan prioritas yang signifikan, seperti MBG.
- Pemerintah menargetkan jangkauan luas melalui PIP untuk 22,1 juta siswa dan KIP Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa, menunjukkan fokus pada aksesibilitas pendidikan.
Ditulis oleh Shahibah A
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Deretan IMAX dengan Layar Terbesar di Indonesia
10 Universitas Islam Terbaik Dunia 2026