Rumah Layak Huni di Jawa Barat Baru 58%, Ini Daerah dengan Persentase Tertinggi

Kabupaten Indramayu jadi daerah dengan rumah layak huni tertinggi di Jawa Barat, mencapai 86,84% pada 2025.

10 Daerah dengan Persentase Rumah Layak Huni Tertinggi di Jawa Barat

(Tahun 2025)

Rumah menjadi salah satu kebutuhan dasar yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang layak perlu ditunjang kondisi bangunan yang baik, luas tempat tinggal yang memadai, serta akses terhadap air minum dan sanitasi. Karena itu, kondisi rumah layak huni dapat menjadi salah satu gambaran kesejahteraan masyarakat di suatu daerah.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Persentase Akses Rumah Layak Huni Tertinggi

Berdasarkan Statistik Perumahan Provinsi Jawa Barat 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 58,46% rumah tangga di Jawa Barat telah menempati rumah layak huni. Angka tersebut diambil dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025. BPS menentukan kelayakan hunian berdasarkan empat komponen, yakni ketahanan bangunan, kecukupan luas tempat tinggal, akses air minum layak, dan akses sanitasi layak. Jika salah satu komponen tidak terpenuhi, rumah tangga tersebut masuk kategori tidak layak huni.

Capaian rumah layak huni di Jawa Barat ternyata masih berbeda cukup jauh antarwilayah. Kabupaten Indramayu berada di posisi teratas dengan 86,84% rumah tangga menempati hunian layak. Di bawahnya terdapat Kabupaten Kuningan dengan 86,60% dan Kabupaten Subang sebesar 86,14%.

Selanjutnya, Kota Banjar mencatat 83,24%, disusul Kabupaten Cirebon sebesar 83,07%. Kabupaten Majalengka berada di urutan keenam dengan 76,44%, kemudian Kabupaten Sumedang dengan 72,97% dan Kota Cirebon sebesar 72,66%. Dua wilayah lainnya yang masuk 10 besar adalah Kabupaten Karawang dengan 71,44% dan Kabupaten Bekasi sebesar 68,43%.

Di sisi lain, Kota Sukabumi menjadi daerah dengan persentase rumah layak huni terendah di Jawa Barat, yakni hanya 34,93%. Angka tersebut menunjukkan adanya kesenjangan kondisi hunian yang cukup besar dibandingkan Kabupaten Indramayu yang mencapai 86,84%.

Salah satu hal yang turut memengaruhi kelayakan hunian adalah akses terhadap fasilitas dasar. Pada 2025, akses air minum layak di Jawa Barat sudah mencapai 95,84%, sedangkan kecukupan luas tempat tinggal sebesar 95,11%. Ketahanan bangunan berada di angka 80,63%, sementara sanitasi layak menjadi komponen dengan capaian paling rendah, yakni 76,20%.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun lebih dari separuh rumah tangga di Jawa Barat telah menempati rumah layak huni, capaian antarwilayah masih menunjukkan perbedaan. Aspek sanitasi juga menjadi salah satu komponen yang memiliki capaian lebih rendah dibandingkan komponen lainnya.

Baca Juga: DI Yogyakarta Jadi Provinsi dengan Standar Rumah Paling Layak pada 2025

Sumber:

https://jabar.bps.go.id/id/publication/2026/08/03/2bc039d74a07d7629b610237/statistik-perumahan-provinsi-jawa-barat-2025.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc