Sentimen Warganet X terhadap Pergantian Kepala BGN

Percakapan di X mengenai pergantian Kepala BGN mencatat 42,3% sentimen positif, 55,9% negatif, dan 1,8% netral.

Sentimen Warganet X/Twitter terhadap Pergantian Kepala BGN

(Juni 2026)
Ukuran Fon:

Pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian publik dan memicu banyak perbincangan di ruang digital. Sebagai lembaga yang berperan penting dalam pelaksanaan program gizi nasional, perubahan kepemimpinan BGN dinilai memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan kebijakan dan kinerja lembaga. Karena itu, keputusan pergantian kepala BGN mendapat beragam respons dari masyarakat.

Baca Juga: Pergantian Kepala BGN Tuai 81% Sentimen Positif di Media Online

Berdasarkan pemantauan Drone Emprit pada 2-3 Juni 2026, isu pergantian Kepala BGN diberitakan dalam 3.134 artikel media online dengan total 10.774 mentions. Di media sosial, tercatat 11.711 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, seperti Twitter/X, Facebook, Instagram, dan TikTok. Tingginya jumlah percakapan menunjukkan bahwa isu ini menjadi salah satu topik yang banyak dibahas publik.

Di Twitter/X, sentimen negatif mendominasi dengan porsi 55,9%. Sebagian warganet mempertanyakan latar belakang dan kapasitas sosok yang ditunjuk sebagai pengganti Kepala BGN. Mereka juga menyoroti pentingnya kompetensi yang relevan dengan tugas dan fungsi lembaga, terutama di bidang gizi dan pangan.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat. Menurutnya, pengganti Dadan Hidayana, yakni Nanik S. Deyang, dinilai belum memiliki keahlian teknis yang memadai untuk menangani kompleksitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai latar belakang Nanik sebagai jurnalis tidak secara langsung berkaitan dengan bidang gizi maupun pangan sehingga memunculkan keraguan terhadap kapasitasnya dalam memimpin BGN.

"Background-nya Bu Nanik, yang ini kan wartawan ya, jadi bukan ahli gizi, bukan akademisi yang memang biasa menangani persoalan pangan misalkan. Tentunya secara kompetensi beliau kita anggap sangat lemah ya, dalam menjadi pimpinan BGN," ujarnya mengutip BBC News Indonesia (2/6/2026).

Meski demikian, sentimen positif juga cukup besar, yakni 42,3%. Banyak warganet mengapresiasi keputusan Presiden untuk mengganti pimpinan BGN. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperbaiki tata kelola dan meningkatkan transparansi lembaga. Selain itu, penetapan Dadan Hidayana sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung turut memperkuat pandangan bahwa pergantian pimpinan diperlukan untuk menjaga kredibilitas lembaga. Sementara itu, sentimen netral tercatat sebesar 1,8%.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Pimpinan BGN Baru, Ini Profil dan Rekam Jejak Mereka

Sumber:

https://x.com/droneempritoffc/status/2062213394577653981?s=46

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook