Poin Penting
- Koridor 1 (Blok M-Kota) menjadi rute BRT Transjakarta tersibuk pada Juni 2026 dengan 2,21 juta pelanggan.
- Koridor 9 (Pluit-Pinang Ranti) menempati posisi kedua dengan 2,03 juta pelanggan.
- Koridor 13 (Tegal Mampang-Ciledug) berada di peringkat ketiga dengan 1,43 juta pelanggan.
- Koridor 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru) dan Koridor 6 (Ragunan-Galunggung) masing-masing melayani 1,27 juta dan 1,04 juta pelanggan.
Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta masih menjadi moda transportasi andalan masyarakat untuk beraktivitas di berbagai wilayah Jakarta. Sejumlah koridor BRT mencatatkan jumlah pelanggan yang jauh lebih tinggi dibandingkan rute lainnya seiring tingginya mobilitas warga setiap harinya.
Mobilitas masyarakat yang tinggi membuat sejumlah koridor BRT Transjakarta menjadi yang paling banyak digunakan sepanjang Juni 2026. Berdasarkan data PT Transjakarta, terdapat 10 rute BRT dengan jumlah pelanggan terbanyak yang mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan pada koridor-koridor utama di Jakarta.
Baca Juga: 10 Koridor Transjakarta dengan Jumlah Pengguna Terbanyak Sepanjang Mei 2026
Koridor 1 (Blok M-Kota) tercatat sebagai rute BRT dengan aktivitas pelanggan tertinggi pada Juni 2026, mencapai 2,21 juta pelanggan. Adapun posisi berikutnya diisi oleh koridor 9 (Pluit-Pinang Ranti) dengan 2,03 juta pelanggan, disusul oleh koridor 13 (Tegal Mampang-Ciledug) dengan 1,43 juta.
Koridor 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru) menduduki peringkat keempat dengan 1,27 juta pelanggan, diikuti koridor 6 (Ragunan-Galunggung) dengan 1,04 juta pelanggan.
Adapun lima rute BRT Transjakarta tersibuk lainnya diisi oleh koridor 5 (Ancol-Kampung Melayu) dengan 1,03 juta pelanggan, koridor 3 (Kalideres-Pasar Baru) dengan 975,33 ribu pelanggan, koridor 7 (Kampung Melayu-Kampung Rambutan) dengan 893,34 ribu pelanggan, koridor 10 (Tanjung Priok-PGC 2) dengan 787,48 ribu pelanggan, dan terakhir koridor 4 (Pulogadung-Galunggung) dengan 536,24 ribu pelanggan.
Tingginya aktivitas pelanggan di sejumlah koridor menjadi salah satu bahan evaluasi PT Transjakarta dalam mengoptimalkan operasional layanan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan kebutuhan perjalanan masyarakat sekaligus menjaga kualitas pelayanan.
"Kami secara berkala melakukan evaluasi terhadap setiap layanan berdasarkan pola perjalanan pelanggan dan kinerja operasional," kata Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta, Welfizon, Jumat (26/6/2026).
Evaluasi tersebut diharapkan dapat membuat distribusi armada menjadi lebih efisien tanpa mengurangi aksesibilitas masyarakat terhadap layanan BRT Transjakarta, terutama pada koridor-koridor dengan tingkat permintaan yang tinggi.
Baca Juga: Deretan Transportasi Umum Tersibuk di Jakarta pada 2025
Sumber:
https://ppid.transjakarta.co.id/informasi/setiap-saat
https://transjakarta.co.id/berita/optimalkan-efisiensi-armada-dan-pangkas-waktu-tunggu-transjakarta-lakukan-penataan-rute-10d-dan-1n