10 Daerah dengan Pertumbuhan Penduduk Tertinggi di Jawa Barat 2026

Kota Sukabumi mencatat pertumbuhan penduduk tertinggi di Jawa Barat pada 2026 sebesar 1,42%, diikuti Kota Cimahi 1,35%.

10 Daerah dengan Pertumbuhan Penduduk Tertinggi di Jawa Barat

(Tahun 2026)

Pertumbuhan penduduk menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perubahan demografi suatu wilayah. Bertambahnya jumlah penduduk dapat memengaruhi kebutuhan terhadap berbagai fasilitas, mulai dari hunian, layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga lapangan kerja. Untuk itu, perbedaan laju pertumbuhan antardaerah menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan dalam perencanaan pembangunan.

Baca Juga: Jawa Barat Catatkan Kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan Tertinggi 2025

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Jawa Barat diperkirakan mencapai 51,16 juta jiwa pada 2026. Angka tersebut meningkat dari 50,76 juta jiwa pada 2025. Sejalan dengan pertambahan tersebut, kepadatan penduduk Jawa Barat juga mencapai sekitar 1.381 jiwa/km² pada 2026.

Secara keseluruhan, laju pertumbuhan penduduk Jawa Barat pada 2026 mencapai 1,02%. Namun, pertumbuhan tersebut tidak berlangsung secara merata di seluruh kabupaten/kota.

Kota Sukabumi mencatat laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Jawa Barat pada 2026, yakni sebesar 1,42%. Posisi berikutnya ditempati Kota Cimahi dengan pertumbuhan 1,35% dan Kabupaten Bandung Barat sebesar 1,34%.

Selanjutnya, Kabupaten Purwakarta mencatat pertumbuhan sebesar 1,31%, diikuti Kabupaten Garut sebesar 1,27% dan Kabupaten Cirebon sebesar 1,25%. Sementara itu, Kota Tasikmalaya berada di urutan ketujuh dengan pertumbuhan 1,22%, disusul Kabupaten Bekasi sebesar 1,19%.

Dua daerah lainnya yang masuk dalam 10 besar adalah Kabupaten Karawang dengan pertumbuhan penduduk 1,17% dan Kota Banjar sebesar 1,11%. Dengan demikian, seluruh daerah dalam daftar tersebut mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Barat yang sebesar 1,02%.

BPS mencatat pertumbuhan penduduk yang tinggi terdapat di wilayah perkotaan dan kawasan penyangga. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap kebutuhan hunian, layanan publik, serta lapangan kerja, terutama pada wilayah dengan jumlah penduduk yang besar.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan terendah pada 2026 tercatat di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis, masing-masing sebesar 0,61%. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan dinamika kependudukan antardaerah di Jawa Barat. Perbedaan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan agar penyediaan fasilitas dan pelayanan publik dapat menyesuaikan dengan perkembangan penduduk di masing-masing wilayah.

Baca Juga: 7 Komoditi Penyumbang Garis Kemiskinan Terbesar Jawa Barat Maret 2026

Sumber:

https://jabar.bps.go.id/id/publication/2026/09/28/0df044e45e8771a2d46bd523/statistik-daerah-provinsi-jawa-barat-2026.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc