Industri perhotelan termasuk sektor yang paling merasakan dampak perubahan ekonomi dan pariwisata, namun juga menunjukkan kemampuan beradaptasi yang kuat. Usai terpukul selama pandemi, sektor ini kini perlahan bangkit, sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan kembali ramainya aktivitas perjalanan dan wisata.
Dalam kurun 2021–2025, jumlah hotel di Indonesia terus mengalami kenaikan, mencerminkan proses pemulihan, ekspansi, serta penyesuaian pelaku usaha terhadap tren perjalanan dan kebutuhan wisatawan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), per 2025 lalu, Indonesia memiliki 34.702 hotel dan usaha akomodasi lainnya. Jumlahnya naik dari tahun 2021 yang sebanyak 27.607 unit.
Meningkatnya aktivitas pariwisata, investasi swasta, dan dukungan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri akomodasi menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan positif ini. Potensi ekonomi di bidang pariwisata dan akomodasi diperkirakan akan terus berkembang dan semakin menarik bagi pelaku usaha.
Jika ditinjau berdasarkan lokasinya, sebanyak 56,59% hotel bintang dan usaha akomodasi lain pada 2025 berada di Jawa dan Bali. Bali jadi provinsi dengan jumlah hotel bintang dan usaha akomodasi lain terbanyak, mencapai 5.804 hotel.
Masih dari Jawa, Jawa Timur duduk di posisi kedua dengan 4.004 hotel, diikuti Jawa Barat dengan 3.654 hotel dan Jawa Tengah yang memiliki 2.433 hotel. DI Yogyakarta menutup daftar lima besar dengan total 2.291 hotel dan usaha akomodasi lain.
Terbanyak di luar DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat memiliki 1.614 unit hotel. Peringkat ketujuh diisi oleh Sumatra Utara dengan 1.520 hotel, diikuti Sumatra Barat (1.145 hotel), Sulawesi Selatan (1.061 hotel), dan Kalimantan Timur (715 hotel).
Sebaliknya, Papua Pegunungan jadi wilayah dengan jumlah hotel bintang dan usaha akomodasi lain terendah, hanya sebanyak 27 hotel.
Baca Juga: Perkembangan Bisnis Hotel Bintang di Indonesia
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/cc7df681d36107bb009a1e82/statistik-hotel-dan-akomodasi-lainnya-di-indonesia-2025.html