10 Wilayah Paling Minim Penduduk Miskin di NTT 2025

Kota Kupang jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di NTT pada 2025, yakni 7,57%.

10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah di NTT

(Tahun 2025)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 8,25% pada September 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika persentase penduduk miskin masih berada di angka 8,57% pada 2024.

Meskipun mengalami penurunan, persebaran kemiskinan masih menunjukkan adanya perbedaan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di perdesaan tercatat sebesar 10,72%, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di angka 6,60%.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang menjadi wilayah dengan angka kemiskinan terendah. Persentase penduduk miskinnya tercatat sebesar 7,57% pada 2025, yang berarti hanya ada sekitar tujuh dari 100 penduduk yang tergolong penduduk miskin.

Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025

Kabupaten Flores Timur mengisi posisi kedua dengan persentase penduduk miskin sebesar 10,88%, disusul Kabupaten Ngada sebesar 11,22% dan Kabupaten Sikka dengan 11,25%.

Daftar lima besar wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di NTT ditutup oleh Kabupaten Nagekeo, yang memiliki 12,18% penduduk miskin.

Di bawahnya, Kabupaten Belu tercatat memiliki angka kemiskinan sebesar 12,79%, diikuti Kabupaten Malaka (13,52%), Kabupaten Manggarai Barat (16,09%), dan Kabupaten Manggarai (18,10%).

Kabupaten Alor menjadi pelengkap 10 besar wilayah dengan angka kemiskinan terendah pada 2025, dengan persentase penduduk miskin sebesar 18,29%.

Secara keseluruhan, angka kemiskinan di NTT mencapai 18,60% pada 2025.

Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html

Agnes Z. Yonatan
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc