Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 11,89% rumah tangga di Indonesia dikepalai oleh perempuan. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki sebagai kepala keluarga, yang mencapai 88,11% atau sama dengan delapan kali lipat.
Persentase ini tidak jauh berbeda jika ditinjau dari klasifikasi tempat tinggalnya. Pada daerah perkotaan, sebanyak 87,68% keluarga memiliki kepala rumah tangga berupa laki-laki. Hanya 12,32% rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan.
Adapun pada wilayah perdesaan, persentase keluarga dengan perempuan sebagai kepala rumah tangga lebih sedikit, yaitu hanya menyentuh 11,27%. Sementara itu, laki-laki sebagai kepala keluarga mendapat porsi 88,73%.
Baca Juga: Mayoritas Ibu Indonesia Mampu Penuhi Sendiri Kebutuhan Anak
Dalam upaya penguatan kapasitas perempuan sebagai kepala keluarga, Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) meluncurkan program pemberdayaan perempuan serta layanan pengasuhan anak berbasis komunitas yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang.
Program ini digagas dengan tujuan memberikan dukungan layanan pengasuhan anak yang terjangkau sekaligus memberdayakan perempuan, terutama mereka yang berasal dari keluarga miskin dan rentan. Program ini diharapkan mampu mendorong ekosistem layanan pengasuhan anak dan kemandirian ekonomi perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
“Saya berharap program ini dapat membantu membangun sistem pengasuhan anak berbasis komunitas yang memungkinkan perempuan untuk bekerja dengan tenang, dan pada akhirnya akan berkembang menjangkau komunitas di seluruh Indonesia,” ucap Atase Keuangan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Hideaki Takahashi dalam sambutan peresmian program, Rabu (23/4/2025).
Dalam pelaksanaannya, program ini dinilai berhasil meningkatkan ekonomi keluarga yang dikepalai oleh perempuan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Alifiulathin Utaminingsih dkk (2025), mahasiswa Universitas Brawijaya, anggota PEKKA yang tinggal di Kabupaten Jombang, Jawa Timur mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan membuka peluang usaha baru.
Selain melalui berbagai pelatihan keterampilan seperti membuat kue brownies, merajut tas, dan membuat konektor, dukungan sosial dan psikologis juga berperan penting dalam mengurangi beban mental, sekaligus memberikan semangat dan dukungan emosional yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ekonomi.
PEKKA juga menyediakan bantuan keuangan dan akses terhadap kredit untuk membantu perempuan dalam memulai dan mengembangkan usaha kecil mereka, sehingga meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga.
Tidak hanya laki-laki, perempuan sebagai kepala keluarga juga memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan dan kesejahteraan rumah tangga. Program pemberdayaan serta ekosistem sosial yang inklusif menjadi kunci agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal. Maka, penguatan peran perempuan sebagai kepala rumah tangga perlu terus didorong agar kesenjangan struktural dapat dipersempit dan kesejahteraan keluarga Indonesia semakin merata.
Baca Juga: Bagaimana Ibu-Ibu di Indonesia Menikmati Waktu Senggangnya?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/15/509d5515c907856280ad4f58/perempuan-dan-laki-laki-di-indonesia-2025.html