Meningkatnya angka harapan hidup membuat jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Jawa Barat terus bertambah. Fenomena ini menjadi bagian dari proses penuaan penduduk yang membawa tantangan sekaligus peluang bagi pembangunan. Bertambahnya populasi lansia mencerminkan keberhasilan di bidang kesehatan dan kesejahteraan, tetapi juga menuntut kesiapan berbagai pihak untuk memastikan mereka tetap dapat menikmati kualitas hidup yang baik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah lansia di provinsi ini pada 2025 mencapai sekitar 6,01 juta jiwa.
Baca Juga: Kejahatan terhadap Lansia Meningkat pada 2025
Pola tempat tinggal menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi sosial lansia. Seiring bertambahnya usia, sebagian lansia membutuhkan pendampingan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, baik dari pasangan maupun anggota keluarga lainnya. Untuk itu, susunan rumah tangga tempat mereka tinggal dapat memberikan gambaran mengenai sistem dukungan yang dimiliki.
Data BPS Jawa Barat menunjukkan 40,58% lansia tinggal bersama keluarga inti, seperti anak atau menantu. Angka ini menjadi proporsi terbesar dibandingkan pola tinggal lainnya. Sementara itu, 28,32% lansia tinggal bersama pasangan, sedangkan 24,01% tinggal dalam rumah tangga tiga generasi bersama anak dan cucu. Adapun 1,38% tinggal bersama anggota rumah tangga lainnya, seperti saudara atau kerabat.
Sementara itu, 5,7% lansia tercatat hidup sendiri tanpa pendamping dalam rumah tangga. Meskipun porsinya relatif kecil, kelompok ini memerlukan perhatian karena lebih rentan menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan mobilitas, kesulitan memperoleh bantuan saat mengalami gangguan kesehatan, hingga risiko kesepian dan isolasi sosial.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa keluarga masih menjadi tempat tinggal utama bagi mayoritas lansia di Jawa Barat. Dominannya pola tinggal bersama keluarga inti maupun dalam rumah tangga tiga generasi mencerminkan kuatnya dukungan keluarga sebagai tempat bergantung di masa tua.
Di sisi lain, keberadaan lansia yang hidup sendiri tetap perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat melalui penyediaan layanan kesehatan, pendampingan sosial, serta penguatan komunitas yang ramah lansia. Dengan dukungan tersebut, lansia dapat menjalani masa tua secara lebih sehat, aman, dan tetap aktif dalam kehidupan sosial.
Baca Juga: 48% Lansia Indonesia Bergantung pada Keluarga Secara Finansial
Sumber:
https://jabar.bps.go.id/id/publication/2026/05/25/2d3bdb8d6c8fdbc601016b2e/profil-penduduk-lanjut-usia-provinsi-jawa-barat-2025.html