Keputusan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto untuk mengirim 8.000 tentara Indonesia ke Gaza sebagai dukungan terhadap Board of Peace (Dewan Perdamaian) menuai beragam respons dari publik.
Menurut survei dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan SaifulMujani Research & Consulting, opini masyarakat cenderung terbelah, dengan porsi terbesar justru menyatakan ketidaksetujuan terhadap rencana tersebut.
Baca Juga: Survei GoodStats: Eskalasi Konflik Iran Vs AS-Israel dari Kacamata Publik Indonesia
Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 36% responden menyatakan tidak setuju terhadap keputusan tersebut. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan kategori lainnya. Jika digabung dengan 8,9% yang sangat tidak setuju, maka total penolakan mencapai 44,9%, menunjukkan kecenderungan mayoritas publik bersikap kontra.
Di sisi lain, dukungan terhadap keputusan tersebut juga cukup signifikan. Sebanyak 28,1% responden menyatakan setuju, dan 5,7% sangat setuju, sehingga total dukungan mencapai 33,8%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penolakan lebih dominan, terdapat kelompok masyarakat yang melihat keterlibatan Indonesia sebagai langkah positif, baik dari sisi kemanusiaan maupun peran global.
Sementara itu, 16,2% responden memilih netral dan 5,1% memilih tidak bersikap.
Sejalan dengan itu, sejak awal 50,9% responden juga tidak setuju Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian, dengan rincian 41,5% tidak setuju dan 9,4% sangat tidak setuju. Hanya 26,1% responden yang menyatakan dukungannya terhadap keputusan Prabowo tersebut.
Adapun survei ini melibatkan 1.066 responden warga negara Indonesia berusia 17 tahun atau lebih atau telah menikah. Survei dilakukan pada 12-31 Maret 2026 dengan margin of error sebesar 6%.
Baca Juga: 71% Publik RI Nilai Konflik Iran Vs AS-Israel Pengaruhi Rasa Aman sebagai Warga Negara
Sumber:
https://www.lsi.or.id/post/rilis-survei-02-april-2026