Teknologi bola pintar Trionda yang digunakan pada ajang Piala Dunia 2026 merilis data statistik menarik terkait efektivitas gol dari luar kotak penalti. Pada fase gugur turnamen ini tercipta deretan gol jarak jauh yang tidak hanya memanjakan mata penonton di stadion, tetapi juga menjadi penentu momentum krusial bagi tim yang sedang berlaga.
Berdasarkan data dari FIFA, gelandang andalan Belgia, Hans Vanaken, menempati urutan pertama dengan lesakan gol mematikan dari jarak 32,45 meter. Gol spektakuler ini tercipta pada menit ke-57 saat Belgia berhadapan dengan Amerika Serikat.
Menyusul di posisi kedua, penyerang Argentina, Julián Álvarez mencatatkan tembakan berjarak 28,18 meter yang dieksekusi pada masa perpanjangan waktu, tepatnya pada menit ke-112, saat menundukkan Swiss.
Baca Juga: Siapa yang Paling Diuntungkan dari Piala Dunia 2026?
Urutan ketiga ditempati oleh pemain Tanjung Verde, S. Cabral, yang sukses merobek jala gawang Argentina melalui tendangan akurat dari jarak 25,52 meter pada menit ke-103. Sementara itu, Malik Tillman dari Amerika Serikat berada di posisi keempat dengan jarak tembakan 23,52 meter pada menit ke-31 dalam laga sengit melawan Belgia.
Daftar lima besar ini kemudian ditutup oleh gelandang Argentina, Enzo Fernández yang melepaskan tembakan melengkung dari jarak 23,14 meter pada menit ke-85 saat timnya menyingkirkan Inggris.
Keberadaan gol jarak jauh di fase gugur ini menegaskan tingginya kualitas visi bermain dan ketepatan eksekusi para pesepak bola di level tertinggi. Tembakan dari luar area penalti kerap kali menjadi solusi taktis yang paling efektif untuk memecah kebuntuan manakala tim lawan mulai menumpuk pemain dan menerapkan sistem pertahanan blok rendah yang sangat rapat di sepertiga akhir lapangan.
Baca Juga: 5 Gol Tembakan Tercepat di Fase Grup Piala Dunia 2026
Sumber:
https://www.instagram.com/p/Da3wfxJGx8P