Mudik Lebaran 2026 tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana preferensi terhadap maskapai penerbangan semakin mengerucut. Di tengah banyaknya pilihan yang tersedia, penumpang kini cenderung lebih selektif dalam menentukan maskapai yang akan digunakan. Faktor seperti harga tiket, kenyamanan layanan, hingga reputasi maskapai menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan perjalanan.
Berdasarkan survei Jakpat terhadap 205 responden pengguna transportasi udara, peta persaingan maskapai selama musim mudik tahun ini menunjukkan hasil yang cukup menarik. Garuda Indonesia dan Citilink sama-sama menempati posisi teratas dengan angka 39%. Capaian ini menegaskan bahwa kedua maskapai tersebut masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan mudik Lebaran.
Baca Juga: Emosi Bahagia Dominasi Percakapan Terkait Mudik Lebaran 2026
Dominasi Garuda Indonesia dan Citilink mengindikasikan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan yang mereka tawarkan. Garuda Indonesia dikenal sebagai maskapai full-service dengan standar kenyamanan yang tinggi, sementara Citilink hadir sebagai alternatif yang lebih ekonomis namun tetap mengedepankan kualitas layanan. Kombinasi ini membuat keduanya mampu menjangkau berbagai segmen penumpang.
Di posisi berikutnya, Lion Air mencatatkan angka 38%, hanya terpaut tipis dari dua pemuncak. Hal ini menunjukkan bahwa Lion Air tetap menjadi salah satu pemain kuat di pasar domestik, terutama karena harga yang kompetitif dan jaringan rute yang luas. Maskapai ini masih menjadi andalan bagi pemudik yang mengutamakan efisiensi biaya.
Sementara itu, Batik Air berada di posisi keempat dengan 29%. Maskapai ini menawarkan layanan yang berada di antara full-service dan low-cost, sehingga menjadi pilihan bagi penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih dengan harga yang relatif terjangkau. Adapun AirAsia menempati posisi terakhir dengan 21%, tetap memiliki pangsa pasar tersendiri meski persaingan semakin ketat.
Survei ini dilakukan pada 30 hingga 31 Maret 2026 dengan margin of error di bawah 5%. Pengumpulan data dilakukan melalui aplikasi Jakpat dan telah disesuaikan dengan proporsi populasi internet di Indonesia. Fokus utama riset ini adalah memahami tren mudik Lebaran 2026, khususnya di kalangan pengguna transportasi udara.
Temuan ini menunjukkan bahwa persaingan antar maskapai selama periode mudik Lebaran semakin kompetitif. Selain harga, faktor kenyamanan, reputasi, serta ketersediaan jadwal penerbangan menjadi kunci dalam menarik minat penumpang.
Baca Juga: Pesawat Kian Diminati, Kendaraan Pribadi Masih Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026
Sumber:
https://insight.jakpat.net/2026-lebaran-homecoming-trends-air-passenger-behavior/