63% Publik RI Pilih Politisi sebagai Profesi yang Paling Tidak Terpercaya
Publik Indonesia memilih politisi sebagai profesi yang paling tidak terpercaya, persentasenya mencapai 63% pada 2026.
10 Profesi yang Paling Tidak Dipercaya Publik Indonesia
(Tahun 2026)
Unduh
Kepercayaan politik berangkat dari keyakinan bahwa aktor dan lembaga politik akan memperhatikan kepentingan warga negara ketika mengambil keputusan politik. Hal tersebut berkaitan erat dengan kesehatan demokrasi yang baik.
Sejak periode kepresidenan Joko Widodo, pengawasan legislatif dan yudikatif melemah, kebebasan sipil menurun, dan peran militer dalam ranah sipil meningkat. Kemudian, terpilihnya Prabowo Subianto pada pemilihan umum (pemilu) 2024 semakin memperburuk kondisi demokrasi terkini.
Fenomena penyusutan ruang sipil semakin nyata di bawah kepemimpinan rezim Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap politisi semakin menurun.
Selain itu, kasus korupsi yang masif dan melibatkan banyak aktor politik menyertai faktor yang menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat. Terdapat banyak faktor lainnya yang semakin memperkuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap politisi, di antaranya dinasti politik, janji kampanye yang tak ditepati, sampai minimnya keterlibatan masyarakat dalam pembentukan kebijakan.
Kenyataan tersebut diperkuat dengan hasil survei yang termuat dalam The Ipsos Global Trustworthiness Index 2026. Sebanyak 63% responden Indonesia nyatanya paling tidak percaya dengan politisi di antara profesi lainnya.
Lebih lanjut, 62% responden Indonesia turut memilih para menteri sebagai profesi paling tidak terpercaya. Sementara itu, polisi berada di urutan ketiga dengan tingkat ketidakpercayaan sebanyak 59%.
Baca Juga: Terlibat 54 Peristiwa Pelanggaran Kebebasan Sipil, Polri Masih Jadi Pelaku Utama per Semester I 2026
Tindakan represif yang dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah banyak memakan banyak korban dan penangkapan ketika masyarakat mengkritisi kinerja pejabat publik dan rezim.
Di sisi lain, profesi hakim menempati bangku keempat dengan persentase sebanyak 40%, diikuti oleh tentara militer sebesar 38%, dan pejabat pemerintahan serta pengacara yang memiliki persentase yang sama besar, yakni 37%.
Media sosial yang saat ini semakin berpengaruh diperkuat dengan hadirnya para konten kreator yang beragam. Profesi tersebut menempati urutan kedelapan dengan persentase 33%.
Menutup daftar profesi yang paling tidak dipercayai warga Indonesia, pengiklan serta pebisnis dipilih responden Indonesia dengan masing-masing persentase sebanyak 26% dan 22%.
Survei ini dilakukan Ipsos secara daring pada 13 Juni hingga 3 Juli 2026 dengan melibatkan 22.537 responden di bawah umur 75 tahun dari 31 negara berbeda. Studi ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepercayaan maupun ketidakpercayaan terhadap ragam profesi.
Baca Juga: Independensi Media Terancam, 70% Publik Global Sepakat Politisi Pengaruhi Hasil Berita
Sumber:
https://www.ipsos.com/en/ipsos-global-trustworthiness-index-2026
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: