77% Penduduk Indonesia Sudah Mengakses Internet pada 2025

Akses internet di Indonesia terus meningkat hingga mencapai 77,63% pada 2025, naik dari 66,48% pada 2022.

Persentase Penduduk Indonesia yang Mengakses Internet

(Tahun 2022-2025)

Internet kini semakin melekat dalam berbagai aktivitas masyarakat Indonesia, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, belajar, hingga menjalankan kegiatan ekonomi. Perkembangan tersebut tercermin dari semakin luasnya akses internet di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Bukan Gen Z, Tingkat Penetrasi Internet Milenial Tertinggi di Indonesia 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 77,63% penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2025. Angka ini meningkat 4,85 poin persentase dibandingkan 2024 yang berada di level 72,78%.

Tren peningkatan tersebut sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, persentase penduduk yang mengakses internet tercatat sebesar 66,48%. Angka tersebut kemudian naik menjadi 69,21% pada 2023 dan kembali meningkat menjadi 72,78% pada 2024.

Peningkatan akses internet tersebut berjalan beriringan dengan tingginya kepemilikan perangkat seluler. Pada 2025, sebanyak 93,50% rumah tangga di Indonesia telah memiliki atau menguasai telepon seluler. Sementara itu, jika dilihat berdasarkan individu, 70,75% penduduk tercatat memiliki atau menguasai telepon seluler. Kondisi ini membuat telepon seluler menjadi salah satu sarana utama masyarakat untuk terhubung dengan internet.

Meski secara nasional terus meningkat, akses internet belum sepenuhnya merata. BPS mencatat terdapat perbedaan cukup lebar antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Pada 2025, sebanyak 82,72% penduduk perkotaan telah mengakses internet, sedangkan di wilayah perdesaan persentasenya baru mencapai 70,14%.

Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa perluasan konektivitas digital masih menjadi tantangan. Perbedaan akses tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan jaringan dan perangkat, tetapi juga dapat dipengaruhi kondisi sosial ekonomi, keterjangkauan layanan, kualitas infrastruktur, serta kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital.

Di sisi lain, pola penggunaan internet menunjukkan bahwa konektivitas digital semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. BPS mencatat data akses internet juga mencakup frekuensi, lokasi, media, serta tujuan penggunaan, sehingga perkembangan digitalisasi tidak hanya dapat dilihat dari jumlah penduduk yang terhubung, tetapi juga bagaimana internet dimanfaatkan.

Dengan penetrasi yang terus meningkat, pemerataan akses menjadi agenda penting agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih luas. Penguatan infrastruktur, perluasan konektivitas, serta peningkatan literasi digital diperlukan agar pertumbuhan akses internet tidak berhenti pada persoalan keterhubungan, tetapi turut mendorong produktivitas dan inklusi digital masyarakat.

Baca Juga: Mayoritas Warganet RI Habiskan 4-6 Jam Sehari untuk Mengakses Internet

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/08/31/49c6f2edbe4fdc176175d833/statistik-telekomunikasi-indonesia-2025.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc