Ada 538 Spesies Burung Endemis di Indonesia 2026

Sulawesi (159 spesies) menjadi wilayah dengan spesies burung endemis terbanyak di Indonesia, disusul Maluku (117 spesies) serta Jawa dan Bali (80 spesies).

Jumlah Spesies Burung Endemis di Indonesia

(Per Januari 2026)
Ukuran Fon:

Indonesia kerap dikenal dengan tingginya angka keanekaragaman hayati aves yang dimilikinya. Secara keseluruhan hingga Januari 2026, tercatat terdapat 1.834 spesies burung di tanah air, dengan 538 spesies di antaranya menyandang status sebagai spesies burung endemis di Indonesia.

Adapun kategori spesies endemis merujuk pada spesies burung yang memiliki sebaran atau wilayah distribusi alami secara eksklusif hanya berada di dalam batas administratif Republik Indonesia (RI).

Namun, persebaran burung endemis di Indonesia sejatinya tidak merata di setiap pulau. Berdasarkan data Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia), Sulawesi menjadi kawasan dengan jumlah spesies burung endemis terbanyak di Indonesia, yaitu mencapai 159 spesies.

Baca Juga: 159 Spesies Burung di Indonesia Berstatus Terancam Punah 2026

Di urutan kedua, Kepulauan Maluku mencatatkan sebanyak 117 spesies burung endemik, diikuti kawasan Jawa dan Bali yang menjadi rumah bagi 80 spesies unggas berstatus endemis.

Sementara itu, wilayah Papua dilaporkan memiliki 75 spesies burung endemis. Kawasan Kepulauan Nusa Tenggara turut memperkaya daftar ini dengan keberadaan 62 spesies, disusul oleh Pulau Sumatra yang menyimpan 54 spesies burung endemis.

Uniknya, meski diketahui sebagai pulau terbesar kedua di Indonesia setelah Papua, Kalimantan tercatat sebagai pulau dengan spesies burung endemis yang paling sedikit di Indonesia. Kawasan ini tercatat hanya memiliki lima spesies burung endemik.

Kendati demikian, angka tersebut harus dipahami dalam konteks endemisitas regional. Secara keseluruhan, terdapat 58 spesies endemik di region Kalimantan. Namun, hanya 5 spesies yang wilayah persebarannya berada di sisi teritorial Indonesia, sementara sisanya tersebar melintasi perbatasan hingga ke Malaysia.

Adapun angka per pulau ini menunjukkan jumlah spesies endemis Indonesia yang hadir di wilayah tersebut. Jika ada satu spesies yang wilayah sebarannya melintasi lebih dari satu region geografis, spesies itu dapat terhitung di beberapa wilayah sekaligus. Oleh karena itu, rincian angka ini tidak dapat sekadar dijumlahkan untuk mendapatkan total secara nasional.

Lebih jauh, jumlah spesies burung endemis di Indonesia pada tahun 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pada tahun 2025, angka kekayaan satwa bersayap ini masih berada di angka 542 spesies endemis.

Wakil Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Rohmat Marzuki menuturkan bahwa kekayaan alam kini menghadapi tekanan berlapis, meliputi perubahan penggunaan alih fungsi lahan, dampak perubahan iklim, eksploitasi berlebihan, hingga ancaman masuknya spesies asing invasif.

“Kita tidak bisa lagi sekadar prihatin. Kita harus bertindak secara terukur, berbasis sains, dan berorientasi jangka panjang. Keanekaragaman hayati bukan sekadar daftar spesies dalam buku ilmiah, tetapi merupakan napas kehidupan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya saat menghadiri peluncuran Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Papua, Bali-Nusa Tenggara, Jawa, dan Maluku di Jakarta, Senin (21/7/2026).

Baca Juga: Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Konservasi Pertama di Indonesia dari Papua Barat

Sumber:

https://drive.google.com/file/d/1nQD_Fi9JTWE_tRs7N4HEwZVcw3kN6V5-/view

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook