Bank Dunia: 64% Penduduk Indonesia Berada di Bawah Standar Kemiskinan Global pada 2026

Bank Dunia memproyeksikan mayoritas penduduk Indonesia masih berada di bawah standar kemiskinan internasional US$8,30 PPP per kapita per hari pada 2026.

Negara ASEAN dengan Penduduk Tertinggi di Bawah Standar Kemiskinan Bank Dunia

(April 2026)

Indonesia masuk dalam daftar negara tertinggi dengan proporsi penduduk yang berada di bawah standar kemiskinan Bank Dunia.

Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, sebanyak 64,2% penduduk Indonesia pada 2026 diperkirakan hidup di bawah garis kemiskinan internasional sebesar US$8,30 berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) per kapita per hari.

Dalam peringkat negara ASEAN yang menggunakan standar tersebut, Indonesia berada di posisi ketiga setelah Timor-Leste (71,7%), dan Laos (68,6%).

Setelah itu Filipina (56,5%), Vietnam (17,9%), Tailan (10,1%), dan Malaysia hanya 1%.

Standar US$8,30 PPP merupakan ukuran kemiskinan yang digunakan Bank Dunia untuk membandingkan tingkat kesejahteraan antarnegara dengan memperhitungkan perbedaan daya beli dan biaya hidup.

Jika dikonversikan menggunakan perkiraan daya beli Indonesia, batas tersebut setara sekitar Rp1,512 juta per orang per bulan.

Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Capai 22 Juta Orang pada Maret 2026

Namun, angka 64,2% tersebut bukan angka kemiskinan resmi Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan garis kemiskinan dan metode penghitungan yang berbeda, sehingga hasil pengukuran tidak dapat dibandingkan secara langsung.

Bank Dunia memperkirakan proporsi penduduk Indonesia yang berada di bawah standar kemiskinan US$8,30 PPP akan mengalami penurunan secara bertahap.

Angkanya diproyeksikan turun menjadi 63,1% pada 2027 dan kembali turun menjadi 62% pada 2028. Data tersebut tercantum dalam Macro Poverty Outlook April 2026 yang diterbitkan Bank Dunia.

Perhitungan Bank Dunia menggunakan pendekatan garis kemiskinan internasional berbasis PPP 2021, sehingga pendapatan atau konsumsi masyarakat disesuaikan berdasarkan kemampuan membeli barang dan jasa di masing-masing negara.

Untuk Indonesia, proyeksi kemiskinan 2026–2028 dihitung menggunakan data harmonisasi Bank Dunia serta proyeksi berdasarkan pertumbuhan pendapatan per kapita.

Baca Juga: 10 Daerah dengan Rumah Tangga Miskin Tanpa Listrik Terbanyak di Jawa Timur 2025

Sumber:

https://www.worldbank.org/en/publication/macro-poverty-outlook

Daffa Shiddiq Al-Fajri
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc