Hasil Moto3 Mandalika 2026, Maximo Quiles Kunci Juara Dunia

Maximo Quiles resmi mengunci gelar juara dunia Moto3 2026 di Mandalika dan pembalap Indonesia Veda Ega Pratama sukses finis posisi ke-6.

Top 10 Hasil Balapan Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

(11 Oktober 2026)

Balapan Moto3 di Sirkuit Mandalika berlangsung sangat panas dan penuh drama di bawah terik cuaca pesisir Lombok. Selain melahirkan juara dunia baru, seri Indonesia ini juga menjadi panggung pembuktian bagi pembalap tuan rumah yang tampil memukau di hadapan publik sendiri.

Máximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) langsung mengambil alih jalannya balapan sejak lampu start padam. Pembalap muda Spanyol ini memimpin sejak tikungan pertama dan menang dominan dengan waktu 32 menit 36,821 detik, sebuah kemenangan mutlak yang sekaligus mengunci takhta Juara Dunia Moto3 2026.

Langkah impresif Quiles tersebut gagal dibendung oleh David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) yang akhirnya mengamankan podium kedua. Meski posisinya sempat melorot ke urutan keempat pada awal lomba, Almansa tetap tampil tenang hingga perlahan mampu memulihkan kecepatannya di paruh kedua balapan.

Baca Juga: 3 Merek Motor Listrik Terpopuler 2026, Merek Lokal Juara

Tepat di belakang Almansa, Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) menyusul untuk merebut podium ketiga dengan defisit waktu +5,156 detik. Sepanjang laga ia harus terlibat duel sengit yang menguras energi, namun stabilitas pengereman lambat di tikungan akhir sukses menyelamatkannya dari kejaran rival.

Gempuran yang gagal diredam oleh Uriarte tersebut datang dari Matteo Bertelle (LEVEL UP - MTA) yang harus puas menyudahi balapan di posisi keempat. Akibat sedikit kehilangan traksi saat keluar dari tikungan pamungkas, Bertelle gagal merayakan podium dan terpaut hanya 0,094 detik dari rival di depannya.

Sementara itu, Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) mengamankan posisi kelima dengan jarak waktu yang mulai merenggang dari rombongan depan. Berbeda dengan tensi tinggi di barisan terdepan, balapan Salmela cenderung statis karena ia terisolasi di area tak bertuan yang jauh dari jangkauan lawan.

Kondisi berbeda justru terjadi di rombongan belakang saat Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) membuat tribun penonton bergemuruh setelah secara heroik finis keenam. Memulai balapan murni dari posisi start ketujuh, pembalap andalan Indonesia ini menunjukkan mentalitas petarung lewat aksi double overtake spektakuler di lap terakhir.

Tepat di belakang Pratama, Adrián Fernández (Leopard Racing) melintasi garis finis untuk mengamankan urutan ketujuh. Walau sempat terkendala oleh lonjakan temperatur pada ban depan, Fernández tetap mampu menunjukkan gaya berkendara defensif yang solid hingga akhir laga.

Berikutnya, Guido Pini (Leopard Racing) terpaksa menyelesaikan balapan di tempat kedelapan. Pini sebenarnya memiliki kecepatan motor yang kompetitif, namun agresivitas yang terlalu tinggi membuat motornya melebar ke luar lintasan dan kehilangan momentum.

Melangkah ke rombongan berikutnya, Joel Esteban (LEVEL UP - MTA) menyabet posisi kesembilan dengan selisih waktu yang terpaut cukup jauh. Esteban harus melalui balapan yang melelahkan akibat masalah stabilitas sasis, sebelum akhirnya diuntungkan oleh jatuhnya beberapa pembalap di baris depan.

Satu tempat terakhir di zona 10 besar akhirnya digenapi oleh Scott Ogden (CIP Green Power) yang menduduki peringkat kesepuluh. Ogden layak dinobatkan sebagai raja comeback setelah mengawali start dari barisan paling belakang dan sukses mencuri posisi tepat sebelum garis finis.

Baca Juga: Honda Jadi Brand Sepeda Motor Terpopuler 2026

Sumber:

https://www.motogp.com/en/gp-results/2026/ina/moto3/rac/classification

Demas Reyhan Adritama
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama

IT & Sports Enthusiast

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc