10 Provinsi dengan Pekerja PHK Terbanyak per September 2026

Jawa Barat (13.044 orang) jadi provinsi dengan jumlah pekerja terdampak PHK terbanyak di Indonesia, diikuti Banten (7.733 orang) dan Jawa Timur (6.154 orang).

10 Provinsi dengan Pekerja Terdampak PHK Terbanyak

(Januari-September 2026)

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia (RI), Jawa Barat (Jabar) menduduki peringkat puncak sebagai wilayah dengan pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terbanyak di Indonesia. Hingga periode September 2026, jumlah tenaga kerja asal Jabar yang melaporkan kasus PHK melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) telah menembus angka 13.044 orang.

Adapun jumlah pekerja PHK di Jabar ini terpaut cukup jauh dibandingkan wilayah lainnya. Dalam daftar pemeringkatan nasional, Jabar menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang mencatatkan akumulasi korban PHK di atas 10 ribu tenaga kerja per September 2026.

Banten menempati posisi kedua dalam daftar wilayah dengan jumlah tenaga kerja terdampak PHK sepanjang Januari-September 2026, yaitu menyentuh angka 7.733 orang. Menyusul di urutan ketiga, Jawa Timur (Jatim) mencatatkan kasus korban PHK sebanyak 6.154 pekerja.

Baca Juga: Pekerja Korban PHK Capai 63 Ribu Orang per September 2026

Masih dari Pulau Jawa, peringkat keempat diduduki oleh Jawa Tengah (Jateng) yang mencatatkan pekerja PHK sebanyak 5.585 orang per September 2026. Jakarta menjadi pelengkap posisi lima besar dalam jajaran provinsi dengan jumlah pekerja PHK terbanyak di Indonesia, dengan capaian 4.587 orang.

Beralih ke luar Jawa, dua provinsi dari Pulau Kalimantan, yaitu Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) bertengger di posisi keenam dan ketujuh. Banyaknya tenaga kerja korban PHK dari kedua wilayah tersebut berturut-turut mencapai 3.485 orang dan 3.444 orang.

Sumatra Utara (Sumut) menjadi satu-satunya perwakilan provinsi dari Pulau Sumatra yang masuk ke dalam daftar ini. Total tenaga kerja asal Sumut yang terdampak PHK sepanjang periode Januari-September 2026 sebanyak 3.178 orang.

Posisi kesembilan diisi oleh Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan catatan pekerja PHK per September 2026 mencapai 2.540 orang. Pemeringkatan 10 provinsi dengan jumlah tenaga kerja korban PHK terbanyak di Indonesia ini kemudian ditutup oleh Sulawesi Selatan (Sulsel) yang mencatatkan 2.514 pekerja.

Menilik data tersebut, fenomena PHK di Indonesia saat ini masih sangat terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal ini terbukti dari masuknya lima dari enam provinsi di Pulau Jawa ke dalam daftar, bahkan secara berurutan menguasai posisi lima teratas nasional.

Adapun Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi masing-masing turut memunculkan dua provinsinya, sementara Pulau Sumatra diwakili oleh satu provinsi.

Dominasi kawasan Pulau Jawa dalam daftar 10 provinsi dengan jumlah pekerja PHK terbanyak di Indonesia mengindikasikan bahwa perumusan kebijakan strategis dan penanganan PHK oleh pemangku kepentingan idealnya diprioritaskan di kawasan Jawa.

Kendati demikian, wilayah lainnya seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra juga tetap memerlukan perhatian serius terkait skema mitigasi risiko PHK demi menjaga stabilitas industri dan ketenagakerjaan nasional.

Baca Juga: Ini Alasan Utama PHK Menurut Pekerja Indonesia 2025

Sumber:

https://satudata.kemnaker.go.id/data/kumpulan-data/3973

Key Insights

  • Tingginya angka PHK di Jawa Barat, mencapai 13.044 orang, jauh melampaui provinsi lain, mengindikasikan adanya tekanan ekonomi atau restrukturisasi industri yang signifikan di wilayah tersebut.
  • Konsentrasi PHK yang dominan di Pulau Jawa, dengan lima provinsi teratas berasal dari Jawa, menunjukkan bahwa sektor industri dan ekonomi di pulau ini menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang lebih besar dibandingkan wilayah lain.
  • Meskipun PHK terkonsentrasi di Jawa, munculnya provinsi dari Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra dalam daftar 10 besar menandakan bahwa isu PHK adalah masalah nasional yang memerlukan perhatian merata.
  • Data PHK yang terkonsentrasi di Pulau Jawa menyoroti kebutuhan akan kebijakan ketenagakerjaan dan dukungan transisi kerja yang lebih kuat dan terfokus di wilayah padat industri ini.
Shahibah A
Ditulis oleh Shahibah A

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc