Tak Sempat Masak? Ini Situasi yang Bikin Publik RI Pilih Frozen Food
Sebanyak 72% responden mengonsumsi frozen food karena malas memasak, disusul 67% karena tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan makanan.
Situasi yang Membuat Publik RI Memilih Frozen Food
(Tahun 2026)
Unduh
Kesibukan sehari-hari membuat masyarakat perlu mencari cara praktis untuk memenuhi kebutuhan makan. Di tengah aktivitas yang padat, menyiapkan makanan dari awal terkadang membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Kondisi ini membuat frozen food atau makanan beku menjadi salah satu alternatif yang dapat diandalkan karena relatif mudah disimpan dan diolah saat dibutuhkan.
Baca Juga: Seberapa Sering Gen Z Konsumsi Makanan Cepat Saji?
Berdasarkan survei Jakpat pada 2026, alasan paling banyak mendorong masyarakat Indonesia mengonsumsi frozen food adalah malas memasak. Sebanyak 72% responden yang mengonsumsi makanan beku memilih alasan tersebut. Sementara itu, 67% responden mengaku mengonsumsi frozen food ketika tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan makanan.
Survei Jakpat ini melibatkan 1.228 responden dengan pengumpulan data pada 3-4 Juni 2026. Kuesioner disebarkan melalui aplikasi seluler Jakpat dengan sampel yang diproporsikan berdasarkan populasi pengguna internet di Indonesia. Survei tersebut memiliki margin of error di bawah 5%, dengan 663 responden yang mengonsumsi frozen food menjadi cakupan khusus dalam pembahasan konsumsi frozen food.
Selain karena keterbatasan waktu dan keengganan memasak, situasi sosial juga menjadi alasan masyarakat memilih frozen food. Sebanyak 38% responden mengonsumsi frozen food ketika berkumpul bersama keluarga atau teman. Makanan beku dapat menjadi pilihan praktis untuk disajikan dalam suasana santai tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan hidangan.
Faktor cuaca turut memengaruhi pilihan makanan. Sebanyak 30% responden memilih frozen food ketika cuaca buruk atau tidak memungkinkan untuk keluar rumah. Dalam situasi tersebut, bahan makanan yang tersedia di rumah dapat diolah tanpa perlu membeli makanan di luar.
Di sisi lain, 28% responden mengonsumsi frozen food karena tidak ingin makan di luar. Persentase yang sama juga tercatat pada situasi berkemah atau bepergian. Hal ini menunjukkan bahwa makanan beku tidak hanya menjadi pilihan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam kondisi tertentu yang membutuhkan persiapan makanan lebih praktis.
Sementara itu, sebanyak 14% responden memilih frozen food ketika harus menyiapkan makanan untuk banyak orang. Meskipun menjadi alasan dengan persentase terendah dalam survei, situasi ini memperlihatkan bahwa makanan beku juga dapat digunakan untuk membantu penyediaan hidangan dalam jumlah lebih besar.
Beragam situasi tersebut menunjukkan bahwa pilihan makanan turut menyesuaikan kebutuhan dan kondisi sehari-hari. Kehadiran frozen food memberi alternatif bagi masyarakat untuk menyajikan makanan dengan lebih fleksibel, baik saat beraktivitas di rumah maupun ketika bepergian. Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan kandungan gizi dan komposisi produk agar kepraktisan yang ditawarkan tetap sejalan dengan kebutuhan makan yang seimbang.
Baca Juga: Makanan Cepat Saji Jadi Pilihan Favorit Menu Makan Siang
Sumber:
https://insight.jakpat.net/indonesian-frozen-food-consumption/
Ditulis oleh Annisa Rendanianti
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: