Dari Kopi Kenangan Hingga Tuku, Ini 7 Brand Kopi Terpopuler 2026!
Sosial • 2 Juli 2026Kopi Kenangan (97%) jadi merek kopi yang paling populer di Indonesia, diikuti Janji Jiwa (87%) dan Point Coffee (69%)
Kopi Kenangan (97%) jadi merek kopi yang paling populer di Indonesia, diikuti Janji Jiwa (87%) dan Point Coffee (69%)
Dengan angka sempurna, Indomie sukses menjadi merek mi instan dengan awareness tertinggi di Indonesia dalam survei Populix 2026
Kesepuluh daerah dalam daftar kabupaten/kota dengan tingkat ketahanan pangan terendah di Indonesia ini berasal dari Pulau Papua
Papua Pegunungan (32) menjadi provinsi dengan Indeks Ketahanan Pangan terendah pada tahun 2025, diikuti Papua Tengah (41,6) dan Papua Selatan (54)
Daerah dari Kalimantan Selatan mendominasi daftar kabupaten/kota dengan Indeks Ketahanan Pangan tertinggi di Indonesia, meraup setengah dari 10 daerah teratas
Kalimantan Selatan (82) jadi provinsi dengan Indeks Ketahanan Pangan tertinggi pada tahun 2025, diikuti Kalimantan Timur (80,8) dan Bali (79,9)
Le Minerale (50,2%) jadi merek air mineral kemasan untuk berbuka puasa terfavorit publik RI, diikuti Aqua (24,3%) dan Crystaline (7%)
Marjan (45,5%) jadi merek minuman terfavorit yang akan disajikan publik RI pada Idulfitri 2026, diikuti ABC Squash (20%) dan gabungan merek soft drink (19,3%)
Publik Indonesia cenderung senang mencoba rasa baru camilan, dengan rincian terdapat responden yang menyatakan mungkin suka (37,5%) dan sangat suka (32,9%)
Sebanyak 56% publik RI mempertimbangkan rasa ketika memilih jajanan, lebih banyak daripada responden yang mementingkan faktor kesehatan sebesar 42,3%
Kacang Garuda (36,7%) menjadi merek jajanan yang paling sehat menurut publik RI, diikuti Kacang Dua Kelinci (33,3%) dan SilverQueen (33,3%)
SilverQueen (45,1%) menjadi merek snack yang paling enak menurut publik RI, diikuti Beng Beng (41%) dan Kacang Garuda (38,4%)
Jawa Barat (178,1 ribu ton) jadi provinsi dengan konsumsi daging terbanyak pada tahun 2025, disusul Jawa Timur (147,1 ribu ton) dan Jawa Tengah (99,2 ribu ton)
Rasa dan kualitas makanan (52%) jadi alasan utama responden tidak menyukai MBG, diikuti menu (33,5%) dan jadwal makan (22,1%)
Makan bersama teman (78%) jadi alasan utama responden menyukai program MBG, diikuti alasan tak mengeluarkan biaya (63,3%) dan menu makanan (48%)
Tingkat konsumsi siomay/batagor sebagai salah satu UMKM F&B andalan Indonesia cenderung fluktuatif 5 tahun terakhir
Makanan & minuman jadi menjadi komoditas dengan tingkat partisipasi konsumsi tertinggi, mencapai 99,42% pada 2025
Aktivitas rojali (rombongan jarang beli) dan rohana (rombongan hanya nanya) kian menjamur di Indonesia, menandakan adanya pergeseran perilaku belanja masyarakat
Seorang jurnalis dapat menghabiskan rata-rata 3,62 cangkir kopi per harinya, lebih banyak dari tenaga kesehatan (3,6) dan polisi (2,52)
Skor PPH nasional 2024 mencapai 93,5 poin, membuktikan kualitas konsumsi yang semakin meningkat
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook