Seberapa Antusias Publik RI Coba Snack Rasa Baru?

Publik Indonesia cenderung senang mencoba rasa baru camilan, dengan rincian terdapat responden yang menyatakan mungkin suka (37,5%) dan sangat suka (32,9%).

Ketertarikan Publik RI untuk Mencoba Snack dengan Rasa Baru

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Impactum Insights dalam laporannya bertajuk Brand Image Report menemukan bahwa publik RI cenderung terbuka mencoba rasa baru dari suatu jajanan. Responden paling banyak ditemukan pada pilihan jawaban cukup antusias, dengan persentase sebesar 37,5%.

Tidak jauh berbeda, jawaban sangat antusias untuk mencoba rasa baru snack dipilih oleh 32,9% publik RI, menunjukkan tingginya antusiasme konsumen Indonesia terhadap inovasi produk di pasar.

Jika digabungkan, kedua kelompok ini mencakup 70,4% responden. Hal ini menandakan bahwa mayoritas publik RI terbuka terhadap inovasi rasa dan kemungkinan besar akan menerima varian rasa baru dengan baik.

Baca Juga: Rasa Jadi Faktor Utama Publik RI Pilih Snack

Sementara itu, sebesar 21,3% responden menyatakan hanya sedikit tertarik untuk mencoba rasa baru, diikuti oleh 6,9% responden yang mengatakan akan selalu memilih rasa yang sudah disukai sedari awal. Adapun terdapat 1,4% responden yang menjawab tidak tahu perihal ketertarikannya untuk mencoba rasa baru suatu snack.

Secara umum, data ini menunjukkan bahwa pasar snack di Indonesia sangat terbuka terhadap inovasi rasa, dengan mayoritas konsumen bersedia untuk mencoba varian baru.

Guru Besar Ilmu Perilaku Konsumen Institut Pertanian Bogor, Ujang Sumarwan pun menilai bahwa preferensi masyarakat Indonesia terhadap rasa yang familiar tidak menutup kemungkinan bagi konsumen untuk mencoba variasi dan dinamika baru dalam produk makanan.

“Namun loyalitas ini bukan berarti bersifat mutlak, karena konsumen biasanya dinamis. Dia selalu mencoba sesuatu yang baru dalam konteks makanan, maka salah satu dinamika konsumen itu adalah mereka punya prinsip why not to try?” jelasnya kepada GoodStats, Kamis (5/3/2026).

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa selalu ada peluang bagi perusahaan untuk berinovasi dan memperkenalkan produk dengan rasa, bentuk, ataupun bahan baku yang baru melalui strategi uji sensori guna mengetahui respon konsumen, seperti yang telah dilakukan sejumlah restoran di Indonesia.

Menurutnya, loyalitas masyarakat Indonesia terhadap rasa yang sudah dikenal umumnya dipengaruhi oleh keengganan mengambil risiko, yaitu mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya.

“Cara yang paling efektif agar mereka mau mencoba rasa baru adalah dengan mengurangi risiko, tidak mau mengeluarkan anggaran untuk membeli sesuatu yang baru. Sampling, atau kalau dalam ilmu pangan disebut uji organoleptik, adalah cara yang sering kali digunakan oleh pemasar untuk membujuk konsumen tersebut,” jelasnya.

Pengumpulan data dalam survei Impactum Insights ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan Computer-Assisted Web Interviews (CAWI). Dengan jumlah responden sebanyak 1.094 warga Indonesia berusia 18 tahun ke atas, survei ini dilakukan pada 10 September – 10 Oktober 2025.

Baca Juga: 52% Anak Indonesia Tidak Suka Rasa dan Kualitas Makanan dari MBG

Sumber:

https://drive.google.com/file/d/1amw85YHaUVgeav1c92snc1I1QihnpzNH/view?usp=sharing

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook