Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia (RI), Kabupaten (Kab.) Badung menjadi daerah dengan ketahanan pangan terbaik di Indonesia. Daerah di Bali ini berhasil meraih angka 88,8 untuk Indeks Ketahanan Pangan (IKP) pada tahun 2025.
Adapun IKP sendiri mengukur ketahanan dan kerentanan pangan suatu wilayah dari tiga aspek, yaitu ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Semakin tinggi nilainya, maka semakin baik pula ketahanan pangan di wilayah tersebut
Peringkat kedua ditempati oleh Kota Payakumbuh yang berada di Sumatra Barat (Sumbar) dengan nilai IKP mencapai 86,7. Menuju ke Kalimantan Timur (Kaltim), Kab. Kutai Kartanegara meraih skor ketahanan pangan sebesar 86,5.
Baca Juga: Produksi dan Luas Panen Padi Nasional Terus Turun, Ketahanan Pangan Diuji
Berlanjut ke Kalimantan Selatan (Kalsel), urutan keempat diduduki oleh Kab. Balangan dengan indeks 86,4. Pemeringkatan lima besar dalam daftar daerah dengan ketahanan pangan terbaik di Indonesia pada tahun 2025 dilengkapi oleh Kota Solok dari Sumbar dengan skor 85,9.
Sementara itu, Kab. Hulu Sungai Tengah yang juga berasal dari Kalsel bertengger di urutan berikutnya dengan angka ketahanan pangan sebesar 85,7.
Menariknya, daftar ini hanya memuat satu daerah dari Pulau Jawa, kendati wilayah ini dikenal lebih maju jika dibandingkan dengan pulau lainnya di Indonesia. Kab. Sleman dari Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta menempati posisi ketujuh dengan IKP senilai 85,5.
Daerah dari Kalsel kian mendominasi daftar ini, dengan keberadaan tiga kabupatennya sebagai penutup pemeringkatan. Kab. Tabalong dan Kab. Banjar menduduki bangku kedelapan dan kesembilan dengan nilai indeks berturut-turut sebesar 82,5 dan 84,7.
Sedangkan, peringkat kesepuluh dalam urutan daerah dengan ketahanan pangan terbaik di Indonesia pada tahun 2025 ini ditutup oleh Kab. Hulu Sungai Selatan yang mencatatkan IKP dengan skor 84,5.
Secara nasional, nilai ketahanan pangan di Indonesia pada tahun 2025 menyentuh skor 73. Dengan ini, kesepuluh kabupaten dan kota dalam daftar tersebut berhasil mencatatkan IKP yang melampaui standar nilai nasional.
“Hasil analisis FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas) 2025 menunjukkan bahwa 433 kabupaten/kota (84,24%) masuk kategori wilayah tahan pangan, sementara 81 kabupaten/kota (15,76%) masih tergolong rentan rawan pangan. Jumlah ini membaik dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 92 kabupaten/kota (17,90%) rentan rawan pangan,” ungkap Sekretaris Utama Bapanas RI, Sarwo Edhy dalam kegiatan peluncuran Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan dan IKP tahun 2025 di Depok, Rabu (27/8/2025).
Jika ditilik dari provinsinya, Kalsel mendominasi daftar daerah dengan ketahanan pangan terbaik di Indonesia, dengan jumlah 5 dari 10 daerah teratas secara nasional.
Kalsel sendiri menjadi provinsi dengan ketahanan pangan terbaik di Indonesia pada tahun 2025. IKP yang berhasil diraih provinsi ini menyentuh 82.
Baca Juga: Kalsel Jadi Provinsi dengan Ketahanan Pangan Terbaik 2025
Sumber:
https://data.badanpangan.go.id/datasetpublications/uny/ikp-kabupaten-kota-2025