Indonesia Masuk 7 Besar Negara Paling Berisik di ASEAN 2026
Indonesia berada di peringkat ketujuh di ASEAN, sementara Singapura menjadi negara paling berisik di ASEAN dan dunia dalam daftar.
Negara Paling Berisik di ASEAN
(Tahun 2026)
Unduh
Kebisingan jadi salah satu dampak dari perkembangan kehidupan modern. Kepadatan penduduk, aktivitas kendaraan, pertumbuhan industri, hingga tingginya jumlah wisatawan membuat kebisingan di suatu wilayah sulit dihindari.
Berdasarkan Noise-Free Nations Index yang dikembangkan oleh Go2Africa, Singapura menempati posisi pertama sebagai negara paling berisik di ASEAN dan di dunia dengan skor 6,8.
Skor yang semakin rendah menunjukkan tingkat kebisingan yang semakin tinggi. Sebagai negara kota dengan keterbatasan wilayah, Singapura memiliki kepadatan penduduk, aktivitas ekonomi, kendaraan, serta jaringan transportasi.
Filipina berada di posisi kedua dengan skor 32,6. Kepadatan wilayah perkotaan, jumlah penduduk yang besar, serta aktivitas wisata menjadi faktor besarnya kebisingan di negara tersebut.
Vietnam menempati peringkat ketiga negara paling berisik di ASEAN dengan skor 40,8. Pertumbuhan kota yang pesat, meningkatnya kendaraan bermotor, serta perkembangan infrastruktur menjadi faktor utama yang memengaruhi.
Baca Juga: Singapura Jadi Negara Paling Makmur di ASEAN 2026, Indonesia Peringkat Ke-3
Malaysia berada di urutan keempat dengan skor 41,8. Aktivitas metropolitan seperti di Kuala Lumpur, kawasan industri, serta mobilitas masyarakat membuat tingkat suara lingkungan meningkat.
Tailan mencatat skor 43,8 dan berada di posisi kelima. Sebagai salah satu tujuan wisata utama Asia Tenggara, tingginya jumlah wisatawan dan aktivitas transportasi turut memberikan pengaruh terhadap tingkat kebisingan.
Timor-Leste memperoleh skor 52,9. Negara ini relatif lebih tenang dibandingkan beberapa negara tetangga, tetapi perkembangan kawasan perkotaan dan infrastruktur tetap berkontribusi terhadap tingkat kebisingan.
Indonesia berada di posisi ketujuh dengan skor 53,9. Dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, banyaknya kota besar, aktivitas kendaraan, dan kepadatan kawasan perkotaan menjadi faktor yang membuat Indonesia masuk dalam daftar negara paling berisik.
Myanmar memiliki skor 57,9, sementara Laos memperoleh skor 58,1. Kedua negara ini memiliki tingkat kebisingan lebih rendah dibandingkan negara-negara dengan pusat kota yang lebih padat, tetapi perkembangan ekonomi dan transportasi tetap memengaruhi kondisi lingkungan suara.
Brunei mencatat skor 64,3. Walaupun memiliki jumlah penduduk yang lebih kecil, aktivitas kendaraan dan pembangunan infrastruktur tetap menjadi faktor dalam penilaian indeks.
Kamboja menjadi negara dengan skor tertinggi dalam daftar ini, yaitu 70,8. Skor tersebut menunjukkan tingkat ketenangan yang lebih baik dibanding negara lain dalam daftar karena wilayah pedesaan yang luas dan kepadatan penduduk yang relatif lebih rendah.
Noise-Free Nations Index dikembangkan oleh Go2Africa untuk mengukur tingkat ketenangan atau potensi kebisingan suatu negara. Penilaian dilakukan menggunakan tujuh indikator utama, yaitu kepadatan penduduk, kepadatan wisatawan, luas wilayah pedesaan, kawasan lindung, kepadatan kendaraan bermotor, kepadatan bandara, dan kepadatan jalur kereta.
Data berasal dari berbagai sumber seperti Worldometer, World Bank, Protected Planet, laporan kepadatan wisata, serta laporan pemerintah. Setiap indikator kemudian dinormalisasi ke dalam skor 0–100, dengan skor lebih tinggi menunjukkan kondisi yang lebih tenang.
Baca Juga: Negara Paling Damai di ASEAN 2026, Indonesia Turun ke Peringkat Ke-6
Sumber:
https://www.go2africa.com/african-travel-blog/the-quietest-countries-in-the-world
Key Insights
- Singapura menjadi negara paling bising di ASEAN karena tingginya kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah yang terbatas.
- Kamboja menjadi negara paling tenang di ASEAN karena memiliki wilayah pedesaan yang luas dan kepadatan penduduk yang relatif rendah.
- Indonesia, dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, menempati urutan ketujuh sebagai negara paling bising, menunjukkan bahwa faktor kepadatan penduduk berkorelasi kuat dengan tingkat kebisingan.
- Negara-negara seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Thailand menunjukkan bahwa pertumbuhan kota, industri, dan pariwisata berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kebisingan.
- Meskipun Timor-Leste, Myanmar, Laos, dan Brunei memiliki skor kebisingan yang lebih rendah, perkembangan perkotaan dan infrastruktur tetap menjadi pemicu peningkatan tingkat kebisingan di negara-negara tersebut.
Ditulis oleh Daffa Shiddiq Al-Fajri
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Indeks Demokrasi Liberal di ASEAN 2025, Indonesia Masih Tertinggal
Naik Turun Harga Emas Jakarta Januari-Agustus 2026
10 Wilayah Paling Rawan Bencana di Jawa Barat 2025
Jumlah Korban dan Dampak Bencana Erupsi Gunung Api di Indonesia 2025