Indonesia Paling Yakin Perang Ukraina Berakhir pada 2026

Indonesia menjadi negara yang paling yakin bahwa Perang Ukraina akan berakhir pada tahun 2026, dengan persentase sebesar 59%.

Keyakinan Publik RI bahwa Perang Ukraina Berakhir pada 2026

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Berdasarkan survei yang dilakukan Ipsos, Indonesia menjadi negara paling yakin bahwa perang antara Ukraina dan Rusia akan berakhir pada tahun 2026. Persentase publik Indonesia yang menyatakan kepercayaan terhadap isu ini sebanyak 59%, naik 3% dari tahun 2024.

Angka ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan rata-rata global dari total 30 negara yang disurvei, yaitu 29%. Proporsi tersebut juga lebih banyak dari India di posisi kedua dengan angka 54%, disusul negara Asia Tenggara lainnya, Malaysia sebesar 49%.

Baca Juga: Ukraina Jadi Negara Importir Senjata Terbesar di Dunia

Sementara itu, publik Indonesia yang tidak yakin bahwa perang antara Ukraina dan Rusia akan berakhir pada tahun 2026 sebanyak 26%, jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata global 49%.

Di sisi lain, sebesar 15% responden lainnya tidak mengambil suara dalam isu ini, mengindikasikan masih adanya ketidakpastian dan sikap menunggu di kalangan publik Indonesia terhadap dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Tingginya tingkat keyakinan publik Indonesia dapat dibaca sebagai cerminan optimisme terhadap upaya diplomasi internasional dan dorongan penyelesaian konflik melalui jalur damai. Sikap ini sejalan dengan posisi Indonesia yang secara konsisten mendorong perdamaian global dan menekankan pentingnya dialog serta kerja sama multilateral dalam merespons konflik bersenjata, termasuk dalam konteks Perang Ukraina-Rusia.

Dalam forum internasional Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa Indonesia memegang prinsip nonblok dan aktif mendorong jalur diplomasi damai terhadap konflik bersenjata di berbagai penjuru dunia.

“Dalam konflik di Ukraina, saya kira dua tahun lalu, kami mengusulkan gencatan senjata segera di tempat dan saat itu, tanggapan dari pihak Rusia cukup terbuka, bahkan sangat positif,” tuturnya dalam diskusi sesi pleno SPIEF 2025 di Expoforum Convention and Exhibition Centre Saint Petersburg, Rusia, Jumat (20/6/2025).

Namun demikian, optimisme terhadap perdamaian global juga berjalan beriringan dengan kesadaran publik akan dampak konflik internasional terhadap kondisi domestik. Konflik global dapat memberi dampak bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Dalam survei Indeks Optimisme 2025 oleh Tim Riset GoodStats, mayoritas publik meyakini hal ini, yaitu sebanyak 45,5%. Hanya 24% publik yang merasa bahwa konflik global tidak memberi dampak bagi Indonesia secara langsung.

Pengumpulan data dalam survei bertajuk Ipsos Predictions Survey 2026 ini dilakukan secara online pada 24 Oktober-7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara. Adapun 1.000 responden berasal dari Indonesia, dengan rentang usia 21-74 tahun.

Baca Juga: Amerika Hentikan Bantuan ke Ukraina

Sumber:

https://www.ipsos.com/en/ipsos-predictions-survey-2026

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook