Beragam inovasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus bermunculan, namun tidak semua teknologi mendapat tingkat kepercayaan yang sama. Sejumlah teknologi AI dianggap aman dan bermanfaat, sehingga memperoleh kepercayaan tinggi dari pengguna.
Menurut survei Populix, kepercayaan terhadap AI cenderung lebih tinggi ketika diminta mengerjakan tugas-tugas sederhana. Menariknya, kepercayaan tercatat menurun ketika AI ditugaskan dengan isu-isu yang lebih personal dan subjektif.
Penggunaan AI yang paling dipercaya adalah untuk menerjemahkan bahasa, seperti dipilih oleh 27% responden, dilanjut penyusunan teks otomatis untuk keperluan caption maupun artikel (23%), serta untuk mengedit foto dan video (22%). Tugas-tugas sederhana justru mendapatkan kepercayaan tertinggi.
Di sisi lain, tugas-tugas yang lebih berat meraih kepercayaan yang lebih rendah. Hanya 12% responden yang percaya AI untuk mencari rute tercepat ketika sedang berwisata dan 8% percaya AI dapat memberikan konsultasi kesehatan yang baik. Ada pula 7% responden yang memercayakan AI untuk memberikan rekomendasi musik dan film.
Selain itu, sebanyak 2% responden mengaku tidak percaya dengan AI. Ketidakpercayaan ini bukannya tanpa landasan. Sebanyak 25% responden merasa AI terlalu robotic dan tidak natural dan 23% khawatir akan keamanan data menggunakan AI.
Menariknya, 20% mengaku tidak menggunakan AI karena takut akan ketergantungan. AI membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, membuat banyak penggunanya merasa sepenuhnya bergantung pada AI dan tidak lagi bisa bekerja tanpanya. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran sebagian responden.
Ada pula 12% responden yang merasa AI sering salah dan kurang akurat dalam memberikan jawaban dan 5% merasa AI bisa bias dan tidak adil memberikan solusi.
Adapun survei ini dilakukan secara online dengan melibatkan 1.100 responden di seluruh Indonesia pada 10-12 Juni 2025.
Baca Juga: Benarkah Mahasiswa RI Ketagihan AI?
Sumber:
https://info.populix.co/data-hub/reports/ai-in-everyday-life