Laporan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyebutkan terdapat 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan sepanjang 2024. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa setiap harinya ditemukan minimal satu kasus kekerasan di sektor pendidikan.
Jumlah kasus kekerasan ini naik lebih dari 100% dibanding tahun 2023 yang sebanyak 285 kasus, mencerminkan semakin rawannya ekosistem pendidikan Indonesia yang seharusnya menjadi wadah aman untuk tumbuh kembang anak.
Adapun kasus kekerasan yang dihitung terjadi di tingkat dasar dan menengah, termasuk sekolah, madrasah, dan pesantren. Perhitungan dilakukan dengan mengumpulkan data dari berita di media massa serta kanal pengaduan JPPI di Instagram dan website.
Jika ditinjau berdasarkan provinsinya, maka jajaran provinsi di Jawa mendominasi kasus kekerasan di lembaga pendidikan. Jawa Timur menduduki posisi pertama dengan total 81 kasus kekerasan, setara 14,2% dari total kasus kekerasan yang terjadi sepanjang 2024. Menyusul di urutan kedua adalah Jawa Barat dengan 56 kasus (9,8%), diikuti Jawa Tengah dengan 45 kasus (7,8%).
Masih dari Jawa, daftar lima besar dilengkapi oleh Banten dengan 32 kasus dan Jakarta dengan 30 kasus. Kasus kekerasan ini terjadi merata di seluruh provinsi Indonesia, menandakan tidak ada provinsi yang bebas dari risiko kekerasan di lembaga pendidikan.
Mirisnya, sekolah menjadi lokasi utama terjadinya kekerasan di lembaga pendidikan. Sebanyak 58% kasus kekerasan terjadi di sekolah, sedangkan 27% terjadi di luar sekolah. Sisanya sebanyak 15% kasus terjadi di asrama dan pesantren, yang semestinya telah dapat dilakukan pengawasan 24 jam.
Banyaknya kasus kekerasan di lingkungan sekolah dan luar sekolah menegaskan pentingnya merumuskan kebijakan pencegahan yang efektif. Sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang aman untuk belajar dan menimba ilmu, bukannya memupuk kebiasaan buruk dengan melakukan dan memberi contoh kekerasan. Pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu memastikan setiap anak dapat belajar dengan aman.
Baca Juga: Lonjakan Statistik Kasus Bullying di Indonesia, Ini Data Setiap Tahunnya!
Sumber:
https://drive.google.com/drive/u/1/folders/1GEKntoRNVjuXPjPWScyh-iBH8TA4tnFZ