Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perseorangan. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang puskesmas, pengobatan di fasilitas kesehatan ini lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa jumlah puskesmas di Indonesia cenderung stagnan. Pada 2024, terdapat 10.268 puskesmas yang terdiri atas 6.016 puskesmas non rawat inap dan 4.252 puskesmas rawat inap.
Mundur ke 2020, jumlah puskesmas di Indonesia mencapai 10.205 unit, terdiri atas 6.086 puskesmas non rawat inap dan 4.119 puskesmas rawat inap. Tahun berikutnya, jumlah puskesmas naik menjadi 10.292 unit, yang kemudian terus bertambah pada tahun 2022 menjadi 10.374 unit.
Memasuki 2023, jumlah puskesmas turun menjadi 10.180 unit akibat penghapusan jumlah puskesmas karena meningkatnya status puskesmas menjadi rumah sakit tipe D, restrukturisasi organisasi, dan penggabungan dua puskesmas.
Tidak melulu dari jumlah, indikator lain untuk menilai ketersediaan akses layanan kesehatan adalah melalui rasionya. Nilai ini menggambarkan kondisi aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer.
Rasio ideal puskesmas terhadap kecamatan adalah 1:1, yang berarti 1 puskesmas untuk setiap kecamatan. Pada 2024, rasio puskesmas di Indonesia mencapai 1,41, yang berarti jumlah puskesmas di setiap kecamatan sudah ideal.
Bali jadi provinsi dengan rasio puskesmas tertinggi, mencapai 2,11. Hal ini berarti ada setidaknya 2 puskesmas di setiap kecamatan di Bali. Maluku menyusul dengan 2,04, diikuti Kalimantan Timur (1,79), Jawa Barat (1,76), dan Banten (1,63).
Di sisi lain, jajaran provinsi di wilayah timur masih memiliki rasio puskesmas yang rendah. Papua Barat Daya jadi yang terendah pada 2024 dengan 0,79, diikuti papua Barat (0,93) dan Papua Tengah (0,95). Meski jumlah puskesmas meningkat pada 2024, pemerataannya masih menjadi tantangan.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Puskesmas Terbanyak, Pulau Jawa Dominasi
Sumber:
https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024