Jumlah pengguna internet di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2026 yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet telah mencapai 235,26 juta jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287,88 juta jiwa. Dengan demikian, tingkat penetrasi internet nasional mencapai 81,72%.
Baca Juga: Negara yang Suka Follow Influencer Medsos
Survei tersebut dilaksanakan pada 1 Februari hingga 15 Maret 2026 dengan melibatkan 8.700 responden warga negara Indonesia berusia minimal 13 tahun yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung oleh enumerator terlatih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error (MoE) sebesar ±1,1%.
Tingginya jumlah pengguna internet turut memengaruhi intensitas penggunaan media sosial di Indonesia. Data APJII menunjukkan bahwa mayoritas warganet Indonesia menghabiskan waktu selama 1–2 jam per hari untuk mengakses media sosial. Pada 2026, kelompok ini mencapai 44,9% responden, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 34,1%.
Sementara itu, pengguna yang menghabiskan waktu 2–3 jam per hari berada di posisi kedua dengan proporsi 37,9% pada 2026. Adapun pengguna dengan durasi akses 3–4 jam mencapai 6,9%, lebih dari 4 jam sebesar 2,4%, dan kurang dari 1 jam sebanyak 7,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat cenderung menggunakan media sosial dalam durasi yang relatif moderat dibandingkan kelompok pengguna dengan waktu akses yang sangat panjang.
Dari sisi platform, TikTok masih menjadi media sosial yang paling sering diakses oleh masyarakat Indonesia dengan persentase 31,8%. Posisi berikutnya ditempati Facebook sebesar 29,4% dan Instagram sebesar 27,7%. Ketiga platform tersebut tetap menjadi pilihan utama pengguna untuk mencari hiburan, memperoleh informasi, maupun berinteraksi dengan komunitasnya.
Di sisi lain, WhatsApp mencatat angka 1,7%, YouTube sebesar 1,6%, X (Twitter) dengan 1,5%, dan Threads sebesar 1,0%. Selain platform-platform tersebut, kategori aplikasi lainnya mencapai 5,5%. Data ini menunjukkan bahwa preferensi pengguna media sosial di Indonesia masih didominasi oleh platform berbasis video pendek dan jejaring sosial yang menawarkan interaksi cepat serta konten yang mudah dikonsumsi.
Baca Juga: Inilah Daftar Media Sosial Favorit Orang Indonesia 2025
Sumber:
https://survei.apjii.or.id/