Nilai Ekspor Indonesia 2025-2026 Tumbuh Positif, Ini Sektor Penopangnya

Nilai ekspor Indonesia pada April 2026 tumbuh sebesar 21,98% secara tahunan (YoY).

Perkembangan Nilai Ekspor Indonesia

(April 2025-2026)
Ukuran Fon:

Perkembangan ekspor Indonesia pada periode April 2025 hingga 2026 menunjukkan tren yang positif di tengah dinamika perdagangan global dan perubahan permintaan pasar internasional. Kinerja ekspor nasional yang terus bertumbuh mencerminkan daya saing produk Indonesia yang tetap kuat di pasar dunia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, nilai ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai US$25,3 miliar. Angka tersebut tumbuh 21,98% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan April 2025 yang sebesar US$20,74 miliar. Adapun tren nilai ekspor setahun terakhir berfluktuasi dengan bulan Desember 2025 menjadi nilai ekspor tertinggi sebesar US$26,35 miliar.

Selain itu, nilai ekspor pada April 2026 juga meningkat 12,32% secara bulanan (month-on-month/MoM).

Total pertumbuhan ekspor tersebut didorong oleh dominasi sektor industri yang menyumbang 81,36% terhadap total ekspor nasional. Sementara itu, sektor pertambangan berkontribusi sebesar 12,08%, diikuti sektor migas sebesar 4,57% dan sektor pertanian sebesar 1,79%.

Hal tersebut menjadikan peningkatan ekspor pada April 2026 didominasi oleh kenaikan sektor nonmigas sebesar 13,66%, sementara ekspor migas mengalami defisit sebesar 9,81%.

“Secara kumulatif, pada Januari hingga April 2026, total ekspor Indonesia mencapai US$92,15 miliar atau meningkat 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (cumulative-to-cumulative/CtC),” ujar Menteri Perdagangan, Budi Santoso, dilansir dari laman Kemendag (3/6/2026).

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$33 Miliar Sepanjang 2025

Adapun komoditas nonmigas yang menjadi penyumbang ekspor terbesar Indonesia masih didominasi oleh kelompok lemak dan minyak hewani atau nabati (15), yang mencerminkan kuatnya posisi produk berbasis kelapa sawit di pasar ekspor global. Pasalnya, komoditas tersebut berkontribusi dalam ekspor nasional hingga US$3,07 miliar.

Komoditas lain dengan kontribusi yang cukup signifikan meliputi bahan bakar mineral (27) dengan nilai ekspor US$2,75 miliar, diikuti besi dan baja (72) sebesar US$2,50 miliar, mesin dan perlengkapan elektronik (85) dengan nilai ekspor sebesar US$1,75 miliar, serta kendaraan dan bagiannya (87) dengan US$1,09 miliar.

Budi Santoso turut mengungkapkan bahwa ekspor nonmigas dipengaruhi permintaan negara-negara mitra dagang utama, yaitu Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, dan Belgia.

“Pertumbuhan ekspor komoditas-komoditas tersebut didorong tingginya permintaan global yang diikuti kenaikan harga di pasar internasional. Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja ekspor industri pengolahan Indonesia,” lanjut Mendag.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor Indonesia pada April 2026 menunjukkan ketahanan sektor perdagangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dominasi ekspor nonmigas, terutama dari sektor industri pengolahan, menjadi indikator bahwa produk Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.

Baca Juga: Ekspor Batu Bara Kini Wajib Lewat BUMN, Apa Alasannya?

Sumber:

https://satudata.kemendag.go.id/infografis

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook