Isu Prioritas Menurut Anak Muda RI pada Q2 2026, Ekonomi Teratas!

Sebanyak 60% anak muda Indonesia menilai ekonomi sebagai isu paling mendesak pada Q2 2026.

Isu Prioritas Menurut Anak Muda Indonesia

(Kuartal II 2026)
Ukuran Fon:

Perekonomian masih menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang 2026. Kenaikan harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan kerja, hingga tekanan terhadap daya beli membuat isu ekonomi terus menjadi sorotan. Bagi generasi muda, kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi juga menentukan peluang untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan karier, dan meningkatkan kesejahteraan di masa depan.

Baca Juga: Performa Daya Saing Ekonomi ASEAN 2026, Indonesia Peringkat Berapa?

Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas mengeluarkan survei bertajuk National Kawula17 Survey Q2 2026 untuk melihat pandangan anak muda Indonesia terhadap berbagai isu nasional. Survei ini dilaksanakan pada 19-21 Juni 2026 menggunakan metode Computer-Assisted Self-Interviewing (CASI) atau survei daring dengan melibatkan 409 responden berusia 17-35 tahun dari seluruh Indonesia, dengan komposisi 56% berasal dari Pulau Jawa, 22% dari Sumatra, dan 22% dari wilayah lainnya.

Hasil survei menunjukkan bahwa 60% responden menilai ekonomi sebagai isu paling mendesak yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Di bawahnya, kemiskinan dipilih oleh 41% responden, disusul pendidikan sebesar 38%. Pemberantasan korupsi juga masih menjadi perhatian bagi 32% responden, sementara ketenagakerjaan memperoleh 27%.

Selanjutnya, isu energi dinilai penting oleh 25% responden, diikuti kesehatan sebesar 20%. Adapun hak asasi manusia dipilih oleh 16% responden, sedangkan lingkungan dan iklim dipilih oleh 11% responden. Kesetaraan gender menjadi isu yang paling sedikit diprioritaskan dengan persentase yakni 3%.

Besarnya perhatian terhadap isu ekonomi menunjukkan bahwa stabilitas perekonomian masih menjadi harapan utama generasi muda. Tingginya biaya hidup, tantangan memperoleh pekerjaan yang layak, serta ketidakpastian kondisi ekonomi menjadi faktor yang memengaruhi persepsi tersebut.

Pada saat yang sama, tingginya perhatian terhadap kemiskinan dan pendidikan mengindikasikan bahwa responden juga menginginkan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

Temuan ini menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih selaras dengan kebutuhan generasi muda. Upaya menjaga stabilitas harga, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkuat perlindungan sosial dapat menjadi langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan yang dinilai paling mendesak.

Dengan kebijakan yang responsif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, harapan generasi muda terhadap perbaikan kondisi ekonomi diharapkan dapat tumbuh menjadi optimisme terhadap arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang.

Baca Juga: Faktor Ekonomi Jadi Motif Utama, Ini Provinsi dengan Kriminalitas Tertinggi di Indonesia 2025

Sumber:

https://kawula17.id/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook