Nilai Ekspor Naik di Agustus 2024, Kemendag Optimalkan Peluang di Asia Tenggara
Pada Agustus 2024, nilai ekspor naik menjadi US$23,56 miliar. Untuk meningkatkan kinerja ekspor berikutnya, Kemendag akan optimalkan peluang di Asia Tenggara
Nilai Ekspor Indonesia Januari-Agustus 2024
Unduh
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa total ekspor Indonesia mencapai US$23,56 miliar pada Agustus 2024, merupakan angka tertinggi sejak Desember 2022.
“Ekspor Indonesia pada Agustus 2024 tercatat sebesar US$23,56 miliar. Ini merupakan nilai terbesar sejak Desember 2022. Tentunya merupakan pencapaian besar, di tengah kondisi ekonomi global saat ini," ujar Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional Bara Krishna Hasibuan (23/09/2024), dikutip dari Kemendag.
Berdasarkan data dari Kemendag, peningkatan ekspor pada Agustus 2024 sangat signifikan dibandingkan dengan kinerja ekspor sebelumnya.
Pada Juli 2024, ekspor Indonesia tercatat sebesar US$22,24 miliar. Sebelumnya, pada Juni 2024, ekspor mencapai US$20,84 miliar.
Kemudian, pada Mei 2024, nilai ekspor Indonesia mencapai US$22,32 miliar, sementara April 2024 tercatat US$19,61 miliar.
Sementara itu, pada Maret 2024, ekspor mencapai US$22,53 miliar, lalu Februari 2024 tercatat US$19,27 miliar, dan Januari 2024, nilai ekspor sebesar US$20,49 miliar.
Untuk meningkatkan kinerja ekspor berikutnya, Kemendag akan berupaya memaksimalkan peluang ekspor Indonesia di kawasan ASEAN.
Menurut Kemendag, ASEAN merupakan salah satu pasar potensial di dunia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 600 juta jiwa dan produk domestik bruto (PDB) gabungan sebesar US$3,8 triliun pada 2023, ASEAN menjadi peluang besar bagi ekspor Indonesia.
Bahkan pada 2023, total ekspor sektor nonmigas Indonesia ke ASEAN mencapai US$44,6 miliar. Nilai ini terus meningkat sebesar 9,64% dalam lima tahun terakhir (2018–2023).
"Nilai ekspor yang tinggi ini menunjukkan bahwa ASEAN menjadi kawasan yang penting bagi perdagangan luar negeri Indonesia. Beberapa sektor unggulan Indonesia yang dapat dioptimalkan di pasar ASEAN, seperti, otomotif, elektronik, produk kimia, maupun makanan olahan," ujar Direktur Perundingan Organisasi Perdagangan Dunia Kemendag Wijayanto (10/10/2024), dikutip dari Kemendag.
Baca Juga: Volume Ekspor Tanaman Obat, Aromatik, dan Rempah-Rempah Indonesia dalam Satu Dekade Terakhir
Ditulis oleh Rayya Adila Sakinah
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
Lamongan Jadi Lumbung Padi Terbesar di Jawa Timur 2025
Lebih dari 64% Ruang Kelas SD di Jawa Tengah dalam Kondisi Rusak